Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Mobil Sport Listrik Buatan Lokal Meluncur Bulan Depan

Selasa, 10 Juli 2012 12:56 WIB

Mobil Sport Listrik Buatan Lokal Meluncur Bulan Depan
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Menristek Gusti Muhammad Hatta (kiri), Menhub EE Mangindaan (kanan), dan Wamen ESDM Rudi Rubiandini (tengah), saat mencoba prototip bus listrik dalam acara Peluncuran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-17 di halaman Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (26/6/2012). Bus listrik buatan Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI tersebut dapat mengangkut 15 orang dengan kecepatan maksimal 100 kilometer per jam, dan mampu berjalan sejauh 150 kilometer dengan sekali pengisian 500 ampere. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

RIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia segera menggebrak dunia otomotif dengan meluncurkan prototipe mobil sport listrik murni buatan lokal. Saat ini, mobil tersebut masih dalam pengembangan dan ditargetkan meluncur pada Agustus 2012.

"Mobilnya baru jadi satu, 6 Agustus nanti akan selesai," kata Dahlan Iskan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Senin (9/72). Dijelaskan, prototipe mobil listrik itu dibikin di Kadipaten, Yogyakarta, dengan nilai investasi Rp 1,5 miliar, desainnya sendiri rada mirip dengan mobil Ferrari.

"Pak SBY rencananya mau pesan. Nah, kalau Pak SBY pesan, saya senang," lanjut Dahlan.

Dikatakannya, prototipe mobil sport listrik itu masih dalam tahap pembuatan. Dahlan menyarankan, agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pemesanan menunggu hingga rakitan kedua atau ketiga.

Saat ini, perusahaan yang berencana membeli mobil listrik itu adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). Perusahaan pelat merah itu berencana membeli tiga unit mobil listrik jenis multi purpose vehicle (MPV) buatan dari Dasep Ahmadi.

Ketiga mobil pesanan PLN itu rencananya akan digunakan untuk keperluan riset dan pengembangan. "Ketiga mobil listrik dibedakan dari warna, yaitu putih, hijau, dan hitam. PLN memang sudah punya roadmap. PLN pesan tiga sebagai prototipe. Nah, satunya saya pinjam," terang Dahlan.

Dijelaskan pula, PT Pertamina juga akan didorong membangun sistem pengisian baterai mobil listrik tersebut, baik di kantor-kantor maupun di pusat perbelanjaan. Kemampuan mobil listrik itu, menurut Dahlan bisa menempuh 150 kilometer untuk sekali pengisian baterai secara penuh dan normal.

Kemampuan baterai akan berlipat ganda seiring dengan pengembangannya, yakni untuk jarak 300 kilometer. "Saya akan beri tahu Pertamina untuk menentukan tempat pengisian baterai di SPBU-SPBU," jelas Dahlan. (Agung Kurniawan/Kompas.com)

BACA JUGA:

Editor: Sugiyarto
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas