Senin, 30 Maret 2015
Tribunnews.com

Sektor Infrastruktur Masih Jadi Persoalan Serius Daerah

Rabu, 11 Juli 2012 09:47 WIB

Sektor Infrastruktur Masih Jadi Persoalan Serius Daerah
Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat
Sejumlah pekerja membongkar coran batu dinding penahan bahu Jembantan Ampera yang berada di kawasan 7 Ulu, Kamis (26/04/2012). Menurut salah seorang pekerja bahu coran ini akan diganti yang baru, karena yang lama sudah banyak yang retak.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Adin Syekhuddin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Sektor infrastruktur masih menjadi persoalan serius di daerah-daerah, terutama daerah pemekaran, daerah terpencil dan daerah perbatasan. Tidak sedikit infrastruktur daerah yang saat ini kondisinya amburadul tak terurus, bahkan masih banyak daerah yang belum memiliki infrastruktur.

Sebutlah misalnya pekerjaan infrastrutur yang mendukung aksesibilitas seperti  jalan dan jembatan. Pekerjaan infrastruktur yang mendukung produksi pangan, yaitu irigasi. Pekerjaan infrastrutur yang mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, yaitu penyediaan air minum dan sanitasi.

Menurut Ketua Fraksi PKB DPR RI yang juga anggota Komisi V (salah satunya membidangi masalah infrastruktur), Marwan Jafar, rendahnya pembangunan infrastruktur di daerah tentu menyebabkan terganggungnya berbagai sektor.

Contohnya ekonomi biaya tinggi, sumber daya alam daerah yang tidak terberdayakan secara maksimal, menambah jumlah masyarakat miskin, meningkatnya angka pengangguran serta memicu timbulnya persoalan lain yang lebih pelik dan berkepanjangan.

Pasalnya, eksistensi infrastruktur merupakan urat nadi pendorong kemajuan daerah sekaligus salah satu indikator bagi negara ini supaya mampu bersaing dengan negara lain.

“Data statistik terbaru membuktikan bahwa dibandingkan dengan negara-negara sekelas seperti Malaysia, Thailand, Turki, Brazil, dan Meksiko, infrastruktur Indonesia masih tertinggal jauh. Jelas ini sangat memprihatikan kita semua,” cetus Marwan Jafar.

Halaman12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas