• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Harga Sayur Mayur di Soreang dan Ciamis Beranjak Naik

Jumat, 13 Juli 2012 21:51 WIB
Harga Sayur Mayur di Soreang dan Ciamis Beranjak Naik
weberita
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, SOREANG - Menjelang puasa, harga sayur mayur di Pasar Soreang dan Pasar Manis Ciamis melonjak. Seperti harga cabai keriting di Pasar Soreang yang mencapai Rp 25 ribu per kg, naik Rp 7.000 dari harga sebelumnya Rp 18 ribu.

Di Ciamis, cabai lokal yang seminggu lalu masih Rp 25.000 per kg naik tajam jadi Rp 40.000 per kg. Kenaikan serupa juga dialami cabai merah keriting dari Rp 25.000 per kg naik jadi Rp 35.000 per kg, berikut cabai rawit naik dari Rp 20.000 per kg jadi Rp 25.000 per kg.

Cabai keriting di Soreang ini mulai naik sejak tiga hari lalu akibat tidak adanya stok barang di Pasar Caringin.

"Ini belum seberapa. Kemungkinan bakal naik lagi, sekitar Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per kilogram. Kalau lebaran, sudah bisa dipastikan akan ada kenaikan lagi. Tidak aneh, bisa sampai Rp 35 ribu per kilogram. Tahun lalu sampai Rp 40 ribu," ujar Edi (37), salah seorang pedagang cabai kepada Tribun Jabar (Tribun Network), di Pasar Soreang, Jumat (13/7/2012).

Sementara Henhen (30), pemilik kios sayur mayur di Blok A-271 Pasar Manis Ciamis, mengatakan hampir semua jenis sayur mayur juga mengalami kenaikan. Tomat yang semula Rp 4.000 naik jadi Rp 5.000 per kg. Kenaikan luar biasa dialami terung lalap (terung bulat) yang semula Rp 5.000 naik jadi Rp 8.000 per kg. Terung ungu dari Rp 3.000 jadi Rp 5.000 per kg.

"Yang nggak disangka harga mentimun juga naik dari Rp 3.000 jadi Rp 5.000 sekilo. Dari petani memang sudah naik. Untuk sayur mayur pasokan stok masih aman," ujar Henhen.

Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Bandung, Engkus Kustiana mengatakan, pihaknya akan mengadakan rapat setelah melakukan pemantauan di lapangan.

"Kami sudah siap lakukan operasi pasar, tinggal permintaan dari kecamatan-kecamatan. Untuk stok sendiri mencukupi. Yang dikhawatirkan adalah daging sapi, minyak goreng, dan gula. Permintaannya pasti banyak, dan harga gula pasir sudah Rp 14 ribu," katanya.

Wakil Bupati Bandung, Deden Rumaji menambahkan, pihaknya akan memanggil pengelola pasar, Senin (16/7/2012) nanti. Pemanggilan itu untuk melakukan koordinasi, sekaligus untuk pengawasan ketat terhadap alur keluar masuknya komoditi.

Menurutnya, koordinasi dengan pengelola pasar bisa lebih efektif, karena pengelola berhubungan langsung secara intensif dengan penyalur.

"Ini sudah H-7 bulan puasa. Seharusnya harga sudah terkendali. Pada H-2, saya ingin harga sudah stabil. Kalau memang ada kenaikan, ya harganya yang wajar. Kalau diserahkan Diskoperindag, kan personelnya terbatas," katanya. (guy/win)

Baca Juga:

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
722611 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas