• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribunnews.com

Mendag Gita Turun Langsung Pantau Harga Sembako

Rabu, 18 Juli 2012 06:25 WIB
Mendag Gita Turun Langsung Pantau Harga Sembako
Tribun Batam
Ilustrasi sembako

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Curi starnya kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) membuat Kementerian Perdagangan RI tidak tinggal diam.

Langkah sidak pasar pun diambil guna memantau perkembangan harga sembako di pasar-pasar.

Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan, Rabu (18/7/2012) langsung akan bergerak mengadakan kunjungan kerja ke Pasar Santa dan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

Bidang Humas Kemendag dalam undangannya kepada media, menyatakan, kunjungan pasar Mendag Gita ini dilakukan dalam rangka memantau harga dan stok bahan kebutuhan pokok menjelang bulan puasa 1433 H.

Selain itu, pemerintah akan mempercepat distribusi sembako, khususnya daging yang semakin menunjukan harga meninggi jelang Ramadan dan Lebaran.

Karena, tegas Menko Perekonomian Hatta Rajasa bahwa dengan tersedianya stok daging di pasar, maka harga daging sapi yang meninggi dapat distabilkan kembali.

“Oleh karena itu akan mempercepat stok daging. Mempercepat mengisi pasar. Untuk mengisi pasar stoknya ada di kita, agar harga stabil,” ungkap Hatta di Kantor Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Sementara itu, terkait terjadinya lonjakan harga gula, ia mengatakan bahwa terjadi kekurangan stok gula buat industri. Sehingga industri, sempat 'mengambil' gula buat konsumsi masyarakat. Alhasil stok gula konsumsi menjadi kurang dan harga pun naik.

“Oleh karena itu, jatah industri akan dipercepat. 250 ribu ton untuk gula industri akan dipasok. Sehingga industri tidak kekurangan dan tidak mengambil gula masyarakat,” terang Hatta.

Sedangkan untuk beras, Hatta memastikan tidak ada masalah dengan stok. Sebab selama ini pengadaaan beras bulog sangat memadai dan diperkirakan Bulog akan meningkatkan cadangan 2 juta ton.

“Stok sangat kuat mengantisipasi kekeringan. karena di belahan lain cuaca banjir,” lanjutnya.

BACA JUGA:

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
734901 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas