• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribunnews.com

Cina Ingin Berinvestasi di Proyek Bandara Kertajati

Minggu, 22 Juli 2012 21:40 WIB
Cina Ingin Berinvestasi di Proyek Bandara Kertajati
(Tribunnews/Hendra Gunawan)
Maket terminal baru Bandara Ngurah Rai, Bali

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pemerintah Cina sangat tertarik untuk bekerja sama dan terlibat dalam sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Jabar. "Kami ingin terus meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Jabar," kata Duta Besar (Dubes) Cina, Liu Jianchao, dalam Strategy Partnership Indonesia-China and Cross Culture Fertilization di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika Bandung, Sabtu (21/7/2012) malam.

Menurut Jianchao, Jabar punya potensi ekonomi yang besar di Indonesia karena memiliki banyak proyek pembangunan infrastruktur. Sampai saat ini, pemerintah negeri Tirai Bambu tersebut berinvestasi pada sejumlah proyek yaitu pembangunan Waduk Jatigede Sumedang, ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), dan pengembangan industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Cina pun berkeinginan untuk turut berinvestasi dalam megaproyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati Aerocity.

Dikatakan Jianchao, tidak tertutup kemungkinan Cina mendirikan industri tekstil dan  agrobisnis,  karena Jabar punya potensi dalam bidang tekstil dan agrikultur

"Investasi kami di Jabar cukup besar. Sebagai contoh, kami mengalokasikan investasi untuk proyek Cisumdawu sekitar 120 miliar dolar. Lalu untuk proyek Jatigede 250 miliar dolar. Sedangkan untuk proyek pembangkit listrik di Indramayu, nilainya 860 juta dolar," katanya.

Dalam kesempatan itu Jianchao membantah isu bahwa dalam investasi proyek infrastruktur, Cina pun membawa banyak tenaga kerjanya,  "Isu itu tidak benar. Seandainya perusahaan Cina membawa tenaga kerja dari negara tersebut, itu merupakan biaya tinggi. Jadi, lebih baik kami memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal," tegasnya.

Wakil Ketua Bidang Investasi dan Perdagangan Internasional Kadin Jabar, Jhonny Andhella, mengatakan Jabar harus memanfaatkan serta memaksimalkan momentum investasi tersebut karena jika terlambat menindaklanjutinya, tidak tertutup kemungkinan, Cina mengalihkan investasinya ke daerah lain. "Jika itu terjadi, ini sebuah kerugian bagi Jabar," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar, Agus Gustiar, mengatakan, keinginan Cina menambah investasinya itu berkat kerja sama harmonis yang terjalin antara Cina dengan Jabar. "Hadirnya 19 industri Cina yang di Bekasi pun membuat mereka (Cina) memilih Jabar. Utamanya yang berkaitan dengan kebijakan relokasi beberapa sektor industri," kata Agus.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
750522 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas