• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribunnews.com

Harga Kedelai Berjangka Masih Bertengger di Rp 7.400

Selasa, 24 Juli 2012 19:11 WIB
Harga Kedelai Berjangka Masih Bertengger di Rp 7.400
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Anak-anak bermain di tempat pembuatan tahu, yang sehari-hari basanya dipenuhi pekerja, di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2012). Para produsen tahu yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha dan Pengrajin Tahu-tempe Indonesia (Hipertindo) akan melakukan aksi mogok produksi mulai tanggal 25 sampai 27 Juli 2012, sebagai respon dari melonjaknya harga kedelai impor selama 6 bulan berturut-turut, sejak Februari hingga Juli 2012. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) merilis harga kedelai berjangka yang diperdagangkan Senin (23/7/2012) di pasar fisik Surabaya masih terkerek naik menjadi Rp7.400/kg. Tercatat, kenaikan harga kedelai tersebut mencapai Rp237 atau 3,3 persen dibanding hari sebelumnya.

Informasi Pasar Komoditi Domestik dan Internasional, Selasa (24/7/2012) menyebutkan  bahwa harga Kedelai sudah meningkat Rp1.975/kg atau 36,4 persen bila dibandingkan harga pada awal tahun 2012 ini yang diperdagangkan pada Rp5.425/kg.

Sementara itu, harga kedelai di Tegal mengalami kenaikan dari sekitar Rp5.500/kg menjadi Rp7.750/kg. harga kedelai di Medan, mengalami lonjakan menjadi Rp7.700/kg. Kondisi ini mengakibatkan beberapa pengusaha tempe memilih untuk menghentikan produksinya, sambil menunggu perbaikan harga kedelai.

Namun harga kedelai yang diperdagangkan di CBOT (Chicago Board of Trade) Senin (23/7/2012), justru ditutup melemah. Disebutkan, harga Kedelai berjangka untuk penyerahan Agustus 2012 ditutup melemah sebesar 16,98 dolar AS per bushel atau melemah sebesar 59 dolar AS per bushel.

Penurunan harga komoditi yang juga merupakan produk substitusi CPO ini dipengaruhi aksi spekulasi pelaku pasar yang sudah memprediksi akan terjadi penurunan setelah harga kedelai pada perdagangan sebelumnya mengalami penguatan.

Di tengah belum kondusifnya pasar, investor justru lebih memilih untuk menahan posisi. Negatifnya pergerakan bursa saham global dan melemahnya harga minyak mentah menjadi indikator yang utama saat ini.

Pada perdagangan sebelumnya, harga Kedelai berjangka mengalami peningkatan karena adanya kekhawatiran yang terus berlanjut bahwa kekeringan yang memburuk di Midwest dapat mengurangi hasil tanaman ini di AS.(*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sugiyarto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
758101 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas