Jumat, 28 November 2014
Tribunnews.com

Pengusaha Bus Medan-Aceh Minta Tarif Dinaikkan 25 Persen

Rabu, 1 Agustus 2012 12:55 WIB

Pengusaha Bus Medan-Aceh Minta Tarif Dinaikkan 25 Persen
Tribun Jabar/Dicky Fadiar Djuhud

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah perusahaan angkutan umum antar provinsi, Bus Kurnia, Anugrah, Pusaka, PMTOH, Pelangi dan lainnya yang mengambil trayek Medan - Banda Aceh dan lintas tengah dan pantai- barat - selatan Aceh, menjelang lebaran merencanakan akan mengusulkan kenaikan ongkos maksimal 25 persen dari tarif biasanya kepada Organda Aceh dan Dishubkomintel Aceh.

“Kenaikan ongkos yang akan kami usul itu akan diberlakukan satu minggu sebelum dan sesudah lebaran, setelah itu kembali pada tarif normalnya,” kata Personalia kelompok KAP (Bus Kurnia, Anugrah, dan Pusaka) Marwan kepada Serambi Selasa (31/7) kemarin ketika dimintai tanggapannya.

Harga tiket bus Kurnia, Anugrah, dan Pusaka untuk jurusan Banda Aceh - Medan untuk jenis bus patas atau non stop, sebut Marwan, harganya saat ini masih seperti biasanya Rp 120.000/orang.  Tapi, untuk penjualan tiket satu minggu sebelum dan setelah lebaran (12 - 27 Agustus 2012, pihaknya belum menerima pesanan dari penumpang, menunggu keputusan dari Organda dan Dishubkomintel Aceh tentang usulan kenaikan ongkus bus jelang dan sesudah seminggu Lebaran Idhul Fitri 1433 Hinjriah.

Ketua Organda Aceh, Musni Haffas yang dikonfirmasi Serambi, Selasa kemarin di kantornya mengenai usulan pengusaha bus antar provinsi itu mengatakan, Organda Aceh sudah menerima informasi tersebut secara lisan dari sejumlah pengelola bus antar provinsi di Aceh. Para pengusaha bus itu, pekan kemarin telah mengadakan rapat di Medan, dan memutuskan maksimal kenaikan ongkos pada musim angkutan lebaran mulai 12 - 27 Agustus 2012 besarannya maksimal 25 persen.

Pengurus Organda meminta supaya para pengelola bus antar provinsi itu, membuat surat secara resmi kepada Pengurus Organda Aceh dan Dishubkomintel Aceh selaku intansi pembina. Usulan para pengusaha bus antar provinsi, akan dibawa ke dalam rapat terpadu antara Organda, Dishubkomintel, Pemerintah Aceh dan perwakilan para pengusaha bus.

Musni Haffas mengungkapkan, tarif ongkos bus antar provinsi dan kabupaten itu, ada batasannya yakni tarif bawah dan tarif atas. Sedangkan tarif per kilometernya sekitar Rp 135. Untuk angkutan penumpang kelas ekonomi, pemerintah mengaturnya secara rinci, tapi untuk bus kelas bisnis, patas  dan vip yang memberikan fasilitas lebih kepada konsumennya, untuk penetapan tarif ongkos busnya disesuaikan dengan kemampuan pasar yaitu konsumennya.

Begitupun, kata Alex, panggilan akrab Ketua Organda Aceh itu, Organda dan pemerintah tetap akan mengawasi penetapan tarif yang diberlakukan oleh bus-bus kelas bisnis, patas, dan vip, agar tidak terjadi perang tarif antar perusahaan bus antar provinsi sehingga persaingannya jadi tidak sehat lagi. Karena itu, kita minta mereka membuat surat permohonan, dan membuat tujuan usulan kenaikan ongkos pada musim angkutan lebaran selama 14 hari itu untuk apa?

Kadishubkomintel Aceh, Prof Dr Yuwaldi Away MSc, yang dimintai tanggapannya mengenai usulan pengusaha bus antar provinsi akan mengajukan kenaikan ongkos bus pada musim angkutan lebaran dari 12 - 27 Agustus 2012 mendatang itu,  baru akan dirapatkan dengan Organda, perwakilan pengusaha bus dan Pemerintah Aceh serta aparat keamanan yang akan melakukan pengamanan angkutan lebaran, minggu depan.

Sampai kemarin, kata Yuwaldi Away, pihaknya belum menerima usulan kenaikan tarif angkutan lebaran yang dari para pengusaha bus Kurnia, Angurah, Pusaka, PMTOH, Pelangi maupun bus lainnya.

Info terbaru yang kami terima dari Organda Aceh, dikabarkan menjelang angkutan lebaran nanti, ada dua perusahaan bus sekelas Kurnia, Anugrah, dan Pusaka, PMTOh dan Pelangi, akan masuk ke Aceh. Nama perusahaannya adalah Sanura dan Putra Pelangi Perkesi. Dua perusahaan ini, sedang mengurus izin trayeknya untuk jurusan Medan - Banda Aceh.

“Dengan ada penambahan dua perusahaan tersebut, persaingan antar perusahaan angkutan umum kelas bisnis di Aceh bertambah dan kita harapkan persaingannya berjalan dengan sehat dan tidak saling jegal-jegalan sesama perusahaan bus umum, agarsemuanya bisa hidup, dan kebutuhan transportasi masyarakat terlayani dengan baik ,”ujar Yuwaldi Away.

Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas