Apresiasi LG Bagi Karya Desain Anak Negeri

Dua belas karya desain grafis terbaik dari generasi muda Indonesia mendapat apresiasi dari PT. LG Electronics Indonesia.

Apresiasi LG  Bagi Karya Desain  Anak Negeri
TRIBUNNEWS.COM/ BUDI PRASETYO
Kim Weon Dae – President Director LG Electronics Indonesia. foto bersama dengan salah satu pemenang lpmba desain

TRIBUNNEWS.COM  JAKARTA - Dua belas karya desain grafis terbaik dari generasi muda Indonesia mendapat apresiasi dari PT. LG Electronics Indonesia. Penghargaan ini merupakan bagian puncak dari ajang LG Home Appliance Design Competition yang juga tercatat dalam Museum Rekor Indonesia.  

Mengambil tema besar When Indonesia Culture Meet Modern Style, kegiatan ini menjadi kompetisi terbuka yang mengundang pesertanya untuk mendesain tampilan grafis pada perangkat elektronik rumah tangga milik LG. “Melalui kegiatan ini, LG ingin menginspirasi publik bagaimana sebuah desain grafis dapat berpadu dan menambah nilai keindahan dari perangkat elektronik rumah tangga,” ujar Kim Weon Dae – President Director LG Electronics Indonesia.

Berlangsung sepanjang 1 Juni hingga 21 Juni 2012, kompetisi LG Home Appliance Design Competition ini berhasil mengumpulkan 324 karya desain grafis. Seluruh karya ini dikirim melalui akun www.facebook.com/lghomeliving.

Pemenang dari LG Home Appliance Design Competition ini berasal dari tiga kategori yang dipisahkan menurut aplikasi desain grafis pada produk dan tema yang menyertainya. Kategori pertama, karya terbaik desain grafis yang diaplikasikan pada lemari es. Untuk kategori ini, bunga menjadi tema besarnya. Untuk kategori pendingin ruangan, gaya retro yang menjadi pilihan. Sementara bagi karya desain grafis untuk kategori mesin cuci, peserta dituntut untuk menyajikan karya terbaiknya dalam aliran pop art.

Bagi masing-masing kategori, dipilihlah tiga karya desain terbaik dari hasil penjurian dan satu karya yang menjadi favorit pilihan peserta lainnya. LG sendiri menyediakan hadiah bernilai total lebih dari seratus juta rupiah bagi pemenang. Tak main-main, penjurian melibatkan tiga nama yang telah dikenal baik sebagai pegiat desain grafis. Ketiganya yaitu Sir Dandy Harrington, Yfana Khadija Amelz dan Sanchia Tryphosa Hamidjaja.
Dari hasil penjurian ketiganya bersama dengan tim LG, muncullah nama-nama pemenang dari tiap kategori. Audy Indra Kencana Sutama, Andhika Pradana dan Onny Ranantalice berturut-turut sebagai peringkat pertama hingga ketiga dalam kategori aplikasi desain grafis pada lemari es. Sedangkan karya Cindy Natassia terpilih sebagai karya favorit di kategori yang sama.

Untuk kategori aplikasi desain grafis pada mesin cuci pemenang utamanya diraih A.Syauqi sementara Raina Amadea dan Yusmartian berada di peringkat terbaik kedua dan ketiga. Karya favorit dalam kategori ini diraih Roberta Violin Natio. Selanjutnya dalam kategori aplikasi desain grafis pada pendingin ruangan terpilih sebagai peringkat pertama yaitu Yudianto Rahardjo. Bramantya Widiangga Priyadi dan Erik Aditya Djanuismadi menyusul di tempat kedua dan ketiga. Karya desain grafis dari Mariska Shendy terpilih sebagai karya favorit dalam kategori ini.

Tak hanya sejumlah uang dan produk LG, apresiasi juga diberikan LG dengan cara benar-benar menerapkan karya desain terbaik seluruh pemenang ini ke perangkat elektronik rumah tangga sebenarnya. Dengan pengerjaan menggunakan cara airbrush, seluruh aplikasi dari karya desain terbaik ini kemudian ditampilkan pada publik melalui sebuah pameran bertajuk LG Home Sweet Home Exhibition. Dalam pameran yang dimulai tanggal 1 Agustus 2012 ini di atrium Senayan City - Jakarta, selain karya terbaik para peserta, pengunjung juga akan dapat menikmati keindahan koleksi perangkat elektronik rumah tangga LG.

Ajang LG Home Design Competition juga menuai sambutan positif dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Atas kegiatan yang dilakukan LG ini, lembaga yang menjadi ‘rumah’ bagi data-data rekor superlatif di Indonesia tersebut memberikan penghargaan sebagai “Pelopor Produk Elektronik Rumah Tangga Dengan Desain Budaya Indonesia.”

Bicara mengenai kompetisi yang membatasi penciptaan desain grafis hanya pada perangkat elektronik rumah tangga sendiri diambil tak lepas dari perkembangan dalam selera konsumen. Menurut Kim Weon Dae, faktor keindahan tampilan desain grafis semakin menjadi perhatian konsumen dalam menentukan pembelian perangkat elektronik rumah tangga.
Alasannya, saat ini perangkat elektronik rumah tangga telah dianggap menjadi bagian dari keseluruhan desain interior sebuah rumah. Hal ini menurutnya terutama terjadi pada konsumen dalam segmen premium.

LG sebagai produsen perangkat elektronik rumah tangga pun menanggapi perkembangan selera konsumen ini dengan serius. Disamping terus berinovasi dengan teknologi dalam produknya, perusahaan elektronik konsumer berbasis di Korea Selatan ini juga dikenal dengan aplikasi desain grafis yang menambah nilai keindahan pada beberapa produk elektronik rumah tangganya.

Diantara perangkat ini yaitu jajaran lemari es LG Health Guard seri terbarunya di tahun 2012. Sesuai namanya, seri lemari es ini memiliki fitur penjaga kesehatan dengan meng-inaktivasi virus dan bakteri yang mungkin menempel pada bahan makanan melalui empat sistem penyaringan unik di dalamnya. Membungkus seluruh keunggulan dalam lemari es terbarunya ini, LG menerapkan balutan desain cantik dengan aplikasi corak bunga (flower pattern) pada sisi depannya. Paduan warna demikian membuat lemari es LG Health Guard tampil cantik memukau dan siap menjadi primadona baru di ruang dapur.

Aplikasi desain grafis pun terdapat pada seri mesin cuci LG, utamanya seri Inverter Direct Drive. Disamping benaman inverter, mesin cuci ini memiliki motor penggerak yang terhubung langsung dengan tabung tanpa menggunakan karet seperti yang ditemui pada mesin cuci konvensional. Kerja terintegrasi demikian membuat LG dapat menekan kebutuhan listriknya hingga 41% berbanding mesin cuci front loading lainnya.

Keuntungan lainnya, mesin cuci menjadi minim getaran dan secara otomatis suara yang dikeluarkan pun menjadi lebih halus, yaitu hanya sekitar 50 DB (decibels). Sebagai informasi, tingkatan kebisingan suara ini sejajar dengan kesunyian sebuah ruang perpustakaan. Dengan tingkat kebisingan ini berpadu corak bunga (flower pattern) yang mengelilingi seluruh permukaan tubuhnya, kini mesin cuci tak perlu lagi menghuni sudut belakang rumah.

Saat ini LG tercatat mendominasi pemasaran perangkat elektronik rumah tangga di Indonesia. Berdasarkan rilis data Growth from Knowledge (GfK) periode Januari – Juli 2012, LG menguasai 29% pangsa pasar lemari es. Sementara untuk mesin cuci dalam periode yang sama mencatatkan penguasaan 25% pangsa pasar. Untuk perangkat pendingin ruangan, LG membukukan penjualan hingga 28% pangsa pasar.

Keberhasilan ini menjadikan LG sebagai pemimpin pasar dalam perangkat elektronik rumah tangga di masing-masing kategori tersebut. “Pengembangan tampilan desain grafis terbaik yang menjadi pendukung kekuatan inovasi teknologi di dalamnya menjadi salah satu kunci sukses LG dalam mendominasi pemasaran perangkat elektronik rumah tangga,” tutup Kim Weon Dae.

Penulis: Budi Prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help