Jumat, 6 Maret 2015
Tribunnews.com

Bahayakah Perlambatan Ekonomi China?

Minggu, 5 Agustus 2012 18:07 WIB

Bahayakah Perlambatan Ekonomi China?
ilustrasi ekonomi china

TRIBUNNEWS.COM, HONG KONG - Apakah ekonomi China bakal jatuh dengan keras, mendarat dengan empuk, atau melambat perlahan-lahan?

Tak banyak tindakan nyata yang dilakukan European Central Bank dan The Fed untuk menjinakkan krisis pekan lalu. Muramnya kondisi ini mendorong investor mencari harapan di tempat lain. Namun alih-alih mendapat secercah harapan, investor justru cemas meihat kondisi mesin ekonomi dunia saat ini, China.

Pertanyaan seputar masa depan perlambatan China menghiasi wawancara-wawancara dalam siaran CNN International pekan ini.

Berikut jawaban dari beberapa investor ulung dunia.

“Brazil dan India yang telah banyak melambat cukup mengganggu, tentu saja sekarang juga muncul debat besar mengenai perlambatan China,” ujar Jim O’Neill, Chairman Asset Management Goldman Sachs. Ia memprediksi perlambatan si raksasa China dan seluruh anggota blok BRIC lebih mengkhawatirkkan ketimbang krisis zona Eropa.

Mark Mobius, investor dan Kepala Templeton Emerging Markets Group tak sepakat.

“Banyak orang bertanya pada saya apakah China akan mengalami jatuh dengan keras atau jatuh dengan empuk? Dan saya jawab mereka tidak jatuh. Mereka akan terus tumbuh dan mereka sedang tumbuh dengan cukup cepat,” tuturnya optimis.

Halaman12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Kontan
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas