• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribunnews.com

Philips Dukung Rencana Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Selasa, 28 Agustus 2012 19:13 WIB
Philips Dukung Rencana Pembangunan Infrastruktur Indonesia
NET
Philips

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sesuai dengan rencana pemerintah Indonesia untuk meningkatkan modal hingga 15 persen untuk peningkatan infrastruktur, Royal Philips Electronics (NYSE, PHG, AEX, PHI) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup melalui inovasi berarti, turut berpartisipasi dalam Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE’12) dan menampilkan rangkaian lengkap teknologi pencahayaan terkini yang mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Secara global, bangunan mengkonsumsi sekitar 40 persen energi utama, jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan bidang transportasi dan industri, dimana pencahayaan adalah 19 persen dari total konsumsi energi. Dengan teknologi pencahayaan baru, LED, dunia bisa menghemat sekitar 50 persen dari konsumsi energi per hari dari pencahayaan.

“Peningkatan konektivitas untuk memajukan pembangunan ekonomi negeri ini bisa dicapai dengan infrastruktur yang lebih baik dan berkelanjutan. Menggunakan produk dan solusi inovatif di segala bidang termasuk solusi dalam bidang pencahayaan bisa memberikan kontribusi besar terhadap penghematan energy, keselamatan, dan suasana. Berbekal pengalaman inovasi selama 121 tahun, Philips menawarkan rangkaian lengkap dari teknologi pencahayaan terkini yang dapat memberikan perubahan positif yang signifikan terhadap pembangunan,”  kata Presiden Direktur PT. Philips Indonesia, Robert Fletcher dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Selasa(28/8/2012).

Demi meningkatkan konektivitas di seluruh negeri, pemerintah berencana mengeluarkan modal untuk pengembangan bandar udara. Berfokus pada pengembangan bandar udara.

“Bagi bandar udara manapun, keselamatan para penumpang, pengunjung, dan staf pekerja adalah hal yang terpenting. Pencahayaan adalah salah satu faktor terpenting untuk meningkatkan produktivitas operasional dan efisiensi dari mulai konter check-in, penanganan bagasi, ruang tunggu sampai ke lapangan udara," kata Robert.

Ia menambahkan, dalam hal ini Philips dapat memberi bantuan. Dengan berfokus pada kebutuhan dan peningkatan keahlian pihaknya mengembangkan solusi pencahayaan yang tepat, ramah pengguna dan ramah lingkungan untuk bandar udara di Indonesia.

Banyak bandar udara di berbagai belahan dunia sudah mengaplikasikan solusi pencahayaan dari Philips, yang hanya memerlukan sedikit pemeliharaan, menekan biaya, dan juga hemat energi. Munich International Airport di Jerman adalah salah satu contoh dari bandar udara yang telah menggantikan produk pencahayaan mereka dan berhasil menghemat EUR 300.000-400.000 per tahun. Di Indonesia, solusi pencahayaan Philips dapat ditemui di Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, dan Bandar Udara Internasional Lombok.


Penulis: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
869651 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas