• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribunnews.com

Apple Kurangi Pesanan dari Samsung untuk iPhone Baru

Jumat, 7 September 2012 16:18 WIB
Apple Kurangi Pesanan dari Samsung untuk iPhone Baru
REUTERS
Kantor Pusat Apple

TRIBUNNEWS.COM SEOUL- Apple mengurangi pesanan beberapa komponen bergerak (mobile) dari Samsung, dan

Apple Incorporation telah mengurangi pesanan untuk kepingan memori (memory chips) untuk iPhone terbarunya dari pemasok utama sekaligus kompetitor Samsung Electronics Co, menurut seorang sumber pada Jumat (7/9/2012.) kepada kantor berita Reuters

Samsung adalah pemasok utama bagi Apple, memproduksi pemroses mikro, layar datar dan kepingan memori, baik untuk kepingan DRAM atau NAND, untuk iPhone, iPad dan iPod.

Apple mengurangi pesanan dari Samsung karena sedang mencoba diversifikasi pasokan kepingan memori, meski perusahaan Korea tersebut tetap ada dalam daftar awal pemasok untuk iPhone baru, ujar sumber tersebut pada kantor berita Reuters. Ia menolak menyebutkan namanya karena negosiasinya rahasia.

Koran Korea Economic Daily, dengan menyebut sumber tak bernama, melaporkan pada Jumat bahwa Apple telah menghapus Samsung dari daftar pemasok kepingan memori untuk produksi pertama iPhone baru, iPhone 5, yang diharapkan diluncurkan Rabu depan. Laporan menyebutkan bahwa Apple memilih Toshiba Corp dari Jepang, Elpida Memory dan SK Hynix dari Korea untuk menyuplai kepingan-kepingan DRAM dan NAND tersebut.

“Samsung masih ada dalam daftar pemasok awal kepingan memori (untuk iPhone baru). Namun pesanan Apple menurun dan Samsung menutupinya kekurangan itu dengan pesanan dari sumber yang lain, terutama bisnis telepon genggam Samsung,” ujar sumber Reuters.

Bisnis telepon genggam Samsung, dipimpin oleh penjualan pesat dari produk utamanya, seri Galaxy, telah menjadi pilar pemasukan yang penting, merupakan sekitar dua pertiga keuntungan Samsung secara keseluruhan, dan pendorong penjualan komponen – kepingan memori sampai pemroses mikro dan tampilan (display).

Samsung, pembuat telepon pintar papan atas di dunia, mengatakan pada Kamis (6/9) bahwa penjualan telepon pintar Galaxy S III telah mencapai lebih dari 20 juta sejak debutnya pada akhir Mei.

Sumber tersebut menyangkal spekulasi pasar bahwa pengurangan pesanan dari Apple didorong oleh hubungan yang tidak baik antara dua perusahaan tersebut, yang terkunci dalam perselisihan hak paten global, dan mengatakan bahwa Apple memang telah ingin memperluas rantai suplainya.

Analis-analis dari Bernstein memperkirakan bahwa pembelian keping DRAM dan NAND oleh Apple dari Samsung telah jatuh secara signifikan dan sekarang hanya mencapai 2,5 persen dari pendapatan Samsung pada 2012.

Diversifikasi

Apple yang berbasis di California tersebut sering mendapati masalah suplai ketika produk baru diluncurkan, mengakibatkan konsumen berdesak-desakan dan terinjak, yang menuntut kapabilitas suplai dan produksi yang lebih besar lagi.

Sebelumnya pada tahun ini juga, seorang sumber memberitahu Reuters bahwa Elpida menjual lebih dari setengah keping DRAM-nya untuk Apple.

Untuk baterai yang dipakai dalam iPhone yang baru, Apple memilih Amperex Technology Ltd dari Tiongkok dan Panasonic Corp dari Jepang, menggantikan Samsung SDI dari daftar pemasok, tulis Korea Economic Daily.

Dalam tampilan panel datar, LG Display adalah salah satu pemasok dominan untuk iPhone baru, menurut beberapa sumber, karena Sharp Corp dari Jepang terlambat dari jadwal produksi tampilan iPhone.

Apple dan Samsung telah membawa perselisihan atas hak patennya ke sekitar 10 negara, seiring persaingan untuk pasar di industri alat gerak yang melonjak. Apple menang bulan lalu setelah juri pengadilan AS memutuskan bahwa perusahaan Korea Selatan itu telah menjiplak fitur-fitur utama iPhone dan harus memberikan ganti rugi US$1,05 miliar pada Apple.

Samsung dan Apple menolak berkomentar.

Samsung masih menjadi produser tunggal keping mikro yang didesain Apple yang menggerakkan iPhone dan iPad, membuat hubungan kedua pihak terlalu berarti untuk dirusak.

Penjualan komponen Samsung dapat mencapai $13 miliar tahun depan dan membawa $2,2 miliar keuntungan operasi, menurut perkiraan terbaru dari Morgan Stanley. Hal itu berarti hampir 8 persen dari perkiraan keuntungan operasi grup. (Reuters)

Penulis: Budi Prasetyo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
905972 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas