Jumat, 21 November 2014
Tribunnews.com

TDL Naik, Industri Tekstil Rugi Sampai 300 Juta Dollar AS

Jumat, 21 September 2012 13:47 WIB

TDL Naik, Industri Tekstil Rugi Sampai 300 Juta Dollar AS
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sales and Marketing Manager PT Mimaki Indonesia, Idus Slamet (tengah) menjelaskan kepada pengunjung keunggulan mesin print untuk bahan tekstil (dye sublimation printer) Mimaki TS3-1600 pada acara pameran produk tersebut di Hotel Grand Aquila, Jalan Dr Djunjunan, Kota Bandung, Rabu (29/8/2012). Printer produk Jepang dengan tinta water base yang sudah dipasarkan di Indonesia sejak 2001 dijual dengan harga Rp 190 juta. Sedangkan untuk tipe TS34-180A dijual seharga Rp 300 juta. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dengan adanya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15 persen, sektor industri tekstil mengalami kerugian yang signfikan. Pasalnya sebagai industri yang menggunakan energi listrik, biaya yang dikeluarkan untuk modal kerja menjadi semakin meningkat.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat Usman menjelaskan kalau sektor industri tekstil rugi sampai 6,1 persen jika dibandingkan dengan semester I tahun lalu, akibat kenaikan TDL salah satu faktornya. Dengan angka riil, sektor tekstil rugi sampai 300 juta dollar AS.

"Harusnya dipikul oleh semua, tentu ini lebih kepada azas keadilan. Karena mengurangi daya asing eksport,"ujar Ade Sudrajat Usman, di kantornya, Jum'at (21/9/2012).

Menurut Ade, pada akhir tahun, industri tekstil kerugian akan berkurang dari 6,1 persen menjadi 5 persen. Dalam perhitungannya, industri tekstil potensial loss 10 persen.

"Kita menargetkan 5 persen, tapi sampai akhir tahun, sektor industri tekstil masih minus 5 persen untuk eksport,"jelas Ade.  (*)

BACA JUGA:


Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jakarta

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas