• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Harga Karet Ganjal Penjualan Motor di Jambi

Minggu, 23 September 2012 16:05 WIB
Harga Karet Ganjal Penjualan Motor di Jambi
TRIBUNNEWS.COM/ BUDI PRASETYO
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dede Putra

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -- Selain ketentuan Bank Indonesia (BI) yang membatasi uang muka (down payment/DP) untuk kredit motor 25 persen dari harga, menurunnya harga karet juga mempengaruhi penurunan penjualan kendaraan bermotor di Jambi.

Daya beli masyarakat terutama untuk penjualan di daerah komoditas karet yang menjadi sasaran dalam penjualan motor mengalami penurunan yang cukup signifikan mencapai 47 persen. Penurunan penjualan diakui sejumlah manager main dealer yang ada di Jambi.

Dikatakan Hadianto, Manajer Yamaha Mataram Sakti,  persentase penjualan kendaraan bermotor untuk tahun 2012 semester I mengalami penurunan. Terutama di daerah penghasil karet di Jambi, pengaruh penurunan tersebut katanya sekitar 47 persen.

"Untuk wilayah produksi karet penurunan sekitar 47 persen, tetapi daerah mayoritas penghasilannya sawit seperti Tungkal, Tanjabtim itu cenderung stabil," ungkapnya akhir pekan lalu.

Sedangkan pengaruh DP ketentuan BI, katanya secara umum terjadi penurunan kisaran 10-15 persen. "Transaksi per bulan secara umum kalau kita hitung harian tanggal 20 bulan September dibanding bulan sebelumnya itu menurun 7 persen. Kalau September dibanding Juni 2012 turun 10-15 persen," ujarnya
Andry Tan, Branch Manager Suzuki PT Angsana Jaya Indah, Thehok Jambi mengatakan khusus untuk roda dua penurunan harga karet cukup berpengaruh turunnya tingkat penjualan.

"Penurunan harga karet, efeknya memang berpengaruh terhadap penjualan motor. Untuk Suzuki khusus di Thehok terjadi penurunan 30 persen," katanya.

Ditanya jumlah transaksi pe bulan sebelum karet turun, Andry mengatakan rata-rata 50-60 per bulan, setelah turunnya harga karet penjualan menurun sampai 30 persen. "Kalau terkait DP juga berpengaruh namun tidak begitu, karena secara global semuanya," katanya.

Rasben Limbong, General Marketing Manager PT Sinar Sentosa Primatama Jambi belum lama ini juga mengatakan presentase penjualan kendaraan bermotor tahun 2012 mengalami penurunan, paling tinggi semenjak setelah Lebaran.

"Setelah Lebaran ini penurunan bertambah, pengaruh harga karet yang sudah lama turun," ujarnya.
Dia mengatakan meskipun penjualan kendaraan dari Januari-Juli 2012 market share Honda di atas 50 persen. Namun dibanding tahun 2011 mengalami penurunan yang signifikan, bahkan katanya tahun 2011 lebih tinggi dari tahun 2012.

"Kalau dibanding 2011 lalu, penurunannya sekitar 30 persen," ungkapnya. Namun saat ini katanya Honda tetap agresif di pasaran menggaet konsumen. Bahkan menyelenggarakan kegiatan dengan mendekatkan konsumen.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
960101 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas