• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribunnews.com

Saham Taksi Express Ditawarkan Rp 860 Per Lembar

Rabu, 3 Oktober 2012 14:29 WIB
Saham Taksi Express Ditawarkan Rp 860 Per Lembar
ist
expres taxi group

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Express Transindo Utama menawarkan harga penawaran umum saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) pada kisaran Rp 440-860 per saham.

Dadang Suryanto, Direktur-Head of Investment Banking Mandiri Sekuritas, Penjamin IPO Express Trasindo Utama, mengatakan, harga saham ditentukan berdasarkan Price Earning Ratio (PER) di regional yang mencapai 7-12. "Kalau di regional sudah  mencapai 11,2" katanya di Pacific Place, Jakarta (03/10/2012).

Ia juga mengatakan akan melakukan road show pada masa bookbuilding dan lokasinya akan berpusat di negara-negara di kawasan regional Asean.

"Kami akan roadshow di Singapura dan Hongkong, porsi investor asing dan domestiknya tergantung masa bookbuilding," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Express, Daniel Podiman, mengatakan, bahwa Perseroan akan menawarkan sebanyak 1,05 miliar saham atau sebesar 48,9970 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan.

"Saham yang akan ditawarkan tersebut terdiri dari sebanyak-banyaknya 795,60 juta saham biasa yang dikeluarkan dari portepel perusahaan, dan sebanyak-banyaknya 255,68 juta saham divestasi yang masing-masing ditawarkan dengan nilai nominal Rp100 per sahamnya," ujarnya dalam paparan publik.

Untuk proses IPO ini, perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan JP Morgan. Sedangkan, untuk penjamin emisi efek masih akan ditentukan kemudian.

Adapun untuk masa penawaran akan akan dilakukan pada tanggal 3-12 Oktober 2012, sementara tanggal efektif pada 23 Oktober 2012 dan masa penawaran umum pada tanggal 25,29 dan 30 Oktober 2012.

Sedangkan untuk tanggal penjatahan akan dilakukan pada 1 November 2012, dan tanggal pencatatan saham pada Bursa Efek Indonesia pada 5 November 2012.

Rencananya dana yang dihasilkan dari proses IPO tersebut nantinya akan digunakan oleh perseroan sekitar 63 persen untuk pengembangan investasi baru taksi reguler dan perangkat pendukungnya.

Sedangkan 20 persen untuk pembayaran pokok pinjaman kepada Bank BCA dan pembayaran penalti untuk pelunasan hutang, serta 16 persen untuk akuisisi perusahaan dan 1 persen untuk modal kerja perseroan.(*)

BACA JUGA:


Penulis: arif wicaksono
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
994172 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas