• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribunnews.com

Kebutuhan Kedelai Nasional 2013 Tembus 2,2 Juta Ton

Senin, 15 Oktober 2012 19:56 WIB
Kebutuhan Kedelai Nasional 2013 Tembus 2,2 Juta Ton
Sehatnews
Kacang komak (Lablab purpureus (L.) Sweet) dapat menjadi alternatif pengganti kedelai dalam memproduksi tempe.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Senin (15/10/2012) menyebutkan, total kebutuhan kedelai nasional 2,2 juta ton.

Jumlah tersebut akan diserap untuk pangan atau perajin 83,7 persen, industri kecap, tauco, dan lainnya 14,7 persen, benih  1,2 persen, dan untuk pakan 0,4 persen. 

Namun, karena anomali cuaca yang melanda Amerika Serikat dan Amerika Selatan, pasokan kedelai pun turun dan dampanya pada harganya yang menguat. Harga kedelai internasional pada minggu ke-3 Juli 2012 mencapai 622 dollar AS per ton atau Rp 8.345 per kilogram untuk harga paritas impornya di dalam negeri.

Harga ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga tertinggi pada tahun 2011, yaitu bulan Februari sekitar 513 dollar AS per ton atau harga paritas impornya di dalam negeri sekitar Rp 6.536 per kilogram.

Padahal, impor kedelai terbesar Indonesia berasal dari Amerika Serikat dengan jumlah 1.847.900 ton pada tahun 2011. 

Menyusul impor dari Malaysia 120.074 ton, Argentina 73.037 ton, Uruguay 16.825 ton, dan Brasil 13.550 ton. Hingga saat ini, AS merupakan produsen terbesar kedelai di dunia, di mana kedelai AS diserap oleh China sebanyak 61,5 persen, Meksiko 8,74 persen, Jepang 5,24 persen, dan Indonesia 5,11 persen.

Sementara itu harga kedelai di Surabaya menurut Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), harga kedelai  pada 10 Oktober lalu diperdagangkan pada Rp6.795 atau turun Rp55/kg dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya. 

Harga kedelai ini tercatat sudah mengalami peningkatan sebesar Rp.1,370/kg atau meningkat 25,25%  jika dibandingkan dengan perdagangan awal tahun yang diperdagangkan pada Rp5,425/kg. 

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tahun 2011, produksi kedelai lokal hanya 851.286 ton atau 29 persen dari total kebutuhan. Karena itu, Indonesia harus mengimpor kedelai 2.087.986 ton untuk memenuhi 71 persen kebutuhan kedelai dalam negeri. (*)
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1035092 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas