• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Investor di Jambi Bebas Pajak Dua Tahun

Selasa, 30 Oktober 2012 09:49 WIB
Investor di Jambi Bebas Pajak Dua Tahun
net
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Jebloknya harga tiga komoditas andalan Jambi seperti karet, sawit dan batu bara memaksa Pemprov Jambi harus memutar otak agar pembangunan tetap terurus, dan pendapatan warga tidak tergerus inflasi yang kian mendaki.

Selain intensifikasi pajak daerah, Pemprov juga bersiap membentang karpet merah bagi investor, yakni, menawarkan insentif fiskal berupa pembebasan pajak selama dua tahun kepada investor yang berinvestasi ke Jambi.

Selain itu pada saat sama Pemprov Jambi menyiapkan rencana induk pembangunan industri hilir, yang sejak diyakini menjadi sumber pendongkrak PAD Jambi.

Namun keinginan itu agaknya masih menabrak tembok persoalan lawas, yakni ketersediaan listrik, kesiapan jalan distribusi dan paling strategis, rencana tata ruang dan wilayah industri.

Belum lagi persoalan konflik lahan yang melaten di Jambi. Namun Pemprov melalui Bappeda Jambi menjawabnya dengan mengebut penyusunan rencana induk (master plan) industri hilir. Bahkan, Bappeda mengklaim Desember tahun ini, rampung.

"Master plan-nya selesai masih Desember nanti," ujar Fauzi Ansori, Kepala Bappeda Provinsi Jambi, Senin (29/10/2012). Perihal siapa saja investor yang nanti diperbolehkan masuk dan memperoleh keringanan pajak selama dua tahun, katanya terbuka kepada semua investor, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).

"Tidak ditentukan siapa mereka. Tapi mereka kan pasti melihat dulu apa yang akan diinvestasikan di sini. Prinsipnya terbuka dan untuk kemudahan investasi," lanjutnya. Di Provinsi Jambi sendiri ada kemungkinan dua investasi hulu dan hilir.

Terkait ini, disebutkan bahwa Provinsi Jambi akan fokus ke industri hilir. "Karena ini (industri hilir) kekurangannya kan," katanya. Fokus ke industri hilir sendiri, mempunyai pertimbangan tertentu. Semisal pertimbangan bahan baku yang banyak diperoleh di Jambi, seperti pabrik karet, pabrik CPO. "Kriteria perusahaan apa saja belum kita tentukan, itu nanti," lanjutnya.

Pertimbangan serapan tenaga kerja pun, belum disebutkan dia juga. Terkait kriteria berapa tenaga kerja yang bisa diserap perusahaan. "Besaran modal belum ditentukan juga," kata Fauzi. Sepengetahuan Fauzi, saat ini belum ada investor yang hendak berinvestasi. "Aturan ini kan nanti untuk menarik investor. Nanti setelah jadi diterapkan baru ada investor melihat," katanya.

Sebelumnya kepada Tribun, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mengungkapkan, Pemprov tengah mengkaji kemungkinan memberikan pembebasan pajak kepada investor selama dua tahun. Sehingga mereka tertarik membenamkan modalnya ke Jambi. "Kita kaji kemungkinan free tax selama dua tahun," ucap HBA saat itu.

Secara informal, Pemprov katanya, juga bertemu mitra potensial memaparkan potensi dan ladang garapan usaha di Jambi. HBA sendiri mengungkapkan, Pemprov tak hanya sekadar menjaring investor, namun juga mendistribusikan sebarannya agar tidak menumpuk di satu kawasan, sehingga pusat pertumbuhan tersebar.

Kail Pemprov agaknya nyangkut di sektor properti dengan rencana pembangunan kawasan hunian modern di Muaro Jambi, yang dilakukan kelompok properti papan atas. Selain pembebasan pajak selama dua tahun, menurut Bappeda mulai 2013, Pemprov juga terus mendesak pemerintah pusat mengucurkan dana pembangunan sejumlah infrastruktur pendukungan lewat pendanaan APBN.

Termasuk pengembangan Bandara Sultan Thaha. Tidak hanya itu, Pemprov juga terus mendesak pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung, Tanjab Timur. Keduanya diskenariokan menjadi titik distribusi arus barang dari dan ke Jambi. "Jalan tol lintas Sumatera, kita masih menunggu pemerintah," ungkap HBA sembari menyodorkan kawasan Tempino.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1083151 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas