• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribunnews.com

Sektor Properti di Jambi Tumbuh Pesat

Selasa, 6 November 2012 10:49 WIB
Sektor Properti di Jambi Tumbuh Pesat
Tribun Kaltim/NEVRI
Seorang pengunjung melihat maket Properti Balikpapan Superblock pada pameran perumahan dan properti BNI Griya mulai 20 sampai 29 Oktober, di atrium Mal Lembuswana, Selasa (23/10/2012). Pameran Griya BNI diikuti 25 perusahaan properti dari Balikpapan, Samarinda dan sekitarnya menawarkan diskon dan kemudahan kepemilikan rumah menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BNI. (TRIBUN KALTIM /NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dede Putra

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat sektor bangunan utamanya pembangunan properti mengalami pertumbuhan tertinggi. Pada triwulan III-2012, sektor perekonomian dengan pertumbuhan tertinggi ada pada sektor bangunan yakni sebesar 10,5 persen.

"Tingginya pertumbuhan di sektor bangunan disebabkan tingginya permintaan konsumen atas perumahan sederhana maupun perumahan mewah. Hal ini terlihat dari banyaknya developer skala nasional yang membangun perumahan berklaster di sekitar wilayah Kota Jambi," ujar Kepala BPS Provinsi Jambi, Yos Rosdiansyah, saat menggelar konferensi pers di kantor BPS, Senin (5/11/2012).

Ia juga menyebut, adanya pembangunan blok migas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) turut menyumbang pertumbuhan sektor bangunan tersebut. Tapi, Yos tak merinci blok migas yang dimaksud.

Terkait sektor properti ini, pemberitaan Tribun yang lalu mencatat bahwa Provinsi Jambi mulai jadi incaran para pengembang perumahan untuk membangun proyek properti berkelas. Dari developer lokal hingga sekelas Ciputra mantap menanamkan investasinya di Jambi.

Bahkan proyek Citra Raya City Jambi disebut-sebut sebagai proyek Ciputra terbesar di Sumatera. Dengan luasan 1.000 hektare, perumahan berlokasi d KM 12 Pematang Gajah, Mendalo Darat, Muaro Jambi ini akan menjadi kota satelit.

Kendati target pembangunan rumah dua asosiasi pengembang, REI dan Apersi tahun ini belum tercapai, tapi menurut Ketua DPD REI Jambi, Hasan Fauzi, Jambi masih kekurangan sekitar 13 ribu unit rumah.

Sementara itu, sampai triwulan III tahun ini, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi secara kumulatif tercatat sebesar 6,8 persen. Kendati sektor bangunan tertinggi, menurut Yos sumber utama pertumbuhan ekonomi seperti yang sudah-sudah masih ditopang oleh sektor pertanian sebesar 2,1 persen.

"Dari sisi penggunaan, konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2012 adalah penyumbang terbesar dalam penggunaan PDRB Jambi yakni 52,2 persen, tetapi turun dibanding triwulan III 2011 yang mencapai 59,7 persen," kata Yos.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, sektor ekonomi menunjukkan nilai tambah bruto sektor pertanian sebesar Rp 5,666 miliar atau mempunyai andil 30,2 persen terhadap total PDRB. Diikuti sektor pertambangan dan penggalian Rp 3,252 miliar (17,3 persen), sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar Rp 2,973 miliar (15,8 persen).

PDRB Provinsi Jambi triwulan III 2012 dari sisi penggunaan atau permintaan sebagian pangsanya disumbang oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga dengan nilai mencapai Rp 10.740,3 miliar atau 57,2 persen.

Yos mengatakan, meskipun nilai konsumsi rumah tangga masih merupakan penyumbang terbesar dalam penggunaan PDRB, namun share dari konsumsi rumah tangga ini hanya sebesar 57,2 persen. Peran pembentukan modal tetap bruto (PMTB) meningkat 19,7 persen menjadi 19,8 persen.

Baca Juga:

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1105001 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas