• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

Banjir Belum Rusak Lahan Pertanian

Senin, 26 November 2012 21:42 WIB
Banjir Belum Rusak Lahan Pertanian
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Banjir melanda pemukiman warga di kawasan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (23/11/2012). Banjir di kawasan tersebut terjadi karena meluapnya Kali Pesanggrahan, akibat tingginya curah hujan yang melanda Jakarta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengaku belum menerima laporan ada tanaman pangan, baik padi maupun yang lain, yang rusak akibat banjir.

"Sampai sekarang belum banyak laporan tanaman rusak karena banjir," ujar Suswono kepada wartawan di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (26/11/2012).

Karena, lanjutnya, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengantisipasi bahaya banjir melalui upaya-upaya antisipasi.

Untuk daerah-daerah berpontensi banjir misalnya, Kementan sudah menganjurkan agar menanam padi yang tahan genangan air alias impara.

"Antisipasi memang penting. Untuk daerah-daerah potensi banjir, kami aanjurkan menanam padi yang tahan genangan atau impara. Itu sudah disosialisasikan," imbuh Suswono.

Kementan, lanjutnya, juga sudah memberikan pemahaman kepada petani mengenai kalender tanam padi. Pemahaman itu sudah dikirimkan hingga kabupaten dan kotamadya, untuk diteruskan kepada semua petani.

"Kalau petani disiplin, tidak akan kena musibah banjir," imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPR Syarfi Hutauruk mengatakan, musibah banjir di beberapa provinsi di Indonesia, dikhawatirkan mengancam ketahanan stok pangan nasional, karena rusaknya persawahan.

Sementara, petani kesulitan mengolah kembali lahannya, akibat terlilit utang. Menurut Syarfi, lokasi banjir terparah berada di Pulau Jawa, yang menjadi sentra produksi beras nasional. (*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1166422 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas