Rabu, 5 Agustus 2015
Tribunnews.com

Waspadai Dua Risiko Global Ekonomi Tahun 2013 di Indonesia

Senin, 26 November 2012 06:21 WIB

Waspadai Dua Risiko Global Ekonomi Tahun 2013 di Indonesia
net
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak ekonom yang meramal kondisi ekonomi global bakal lebih optimis menjelang tahun 2013. Tapi, Bank Indonesia (BI) mengingatkan, ada dua risiko besar yang mengancam ekonomi global dan bisa menyeret ekonomi Indonesia. Makanya, Indonesia dituntut untuk mengefisienkan sendi-sendi perekonomian agar lebih berdaya saing.

Gubernur BI Darmin Nasution menguraikan, dua risiko itu adalah Pertama, risiko berlanjutnya ketidakpastian penanganan krisis Eropa. Kedua, risiko dari kebijakan peningkatan pajak dan pemangkasan anggaran belanaj Amerika Serikat secara otomatis yang menimbulkan jurang fiskal (fiscal cliff).

"Apabila tidak mampu dimitigasi, dapat menambah kompleksitas dalam pengelolaan kebijakan makro kita," jelas Darmin dalam pidato Bankers Dinner akhir pekan lalu.

Menurutnya, dalam publikasi edisi Oktober 2012, Dana Moneter Internasonal (IMF) mengingatkan bahwa kegagalan mengatasi kombinasi dua risiko global ini bakal menyeret negara maju dalam pusaran resesi. Sehingga ekonomi global hanya akan tumbuh 2% dari skenario sebelumnya yang sekitar 3,6%.

Untuk menghadapi persoalan ini, Indonesia dituntut untuk mengefisienkan sendi-sendi perekonomian agar lebih berdaya saing. Menurutnya, beberapa hal yang perlu dibenahi antara lain pembangunan konektivitas domestik yang lebih efisien dan handal, perbaikan kemudahan berbisnis, harmonisasi regulasi, dan reformasi birokrasi.

Dengan risiko global dan permasalahan domestik yang kompleks, BI akan terus melakukan kalibrasi bauran kebijakan yang terdiri dari instrumen suku bunga, nilai tukar dan makroprudensial. Dalam bauran kebijakan ini, respon suku bunga akan tetap diarahkan untuk menjaga keseimbangan dalam pencapaian sasaran inflasi sebesar 4,5% plus minus 1% pada tahun 2013 dan berperan sebagai kebijakan kontra siklikal untuk memperkuat momentum pertumbuhan.

Dalam mewujudkan ini tentu saja BI tak bisa berjalan sendiri. Perlu ada dukungan dan kerjasama dari pemerintah dari sisi kebijakan fiskal.

Halaman123
Editor: Willy Widianto
Sumber: Kontan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas