Sabtu, 22 November 2014
Tribunnews.com

Kuota Impor Daging Sapi di 2013 Capai 80.000 ton

Kamis, 29 November 2012 06:43 WIB

Kuota Impor Daging Sapi di 2013 Capai 80.000 ton
Kompas Nasional/HERU SRI KUMORO
Pedagang daging sapi menunggu pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (27/11/2012). Harga daging sapi di tempat ini masih tinggi, yaitu Rp 90.000 per kilogram. Pedagang memprediksi harga akan susah turun dikarenakan mendekati hari raya Natal dan Tahun Baru. Kompas/Heru Sri Kumoro (KUM) 27-11-2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menetapkan kuota impor daging sapi tahun 2013 sebesar 80.000 ton (setara daging sapi). Kuota impor ini nantinya akan terdiri dari impor daging sapi beku dan sapi bakalan (sapi hidup).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, ketersediaan pasokan sapi di dalam negeri pada tahun 2013 sekitar 2,4 juta ekor yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Namun, pasokan ini belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan daging nasional.

"Sehingga ada kekurangan sedikit, sekitar 12% dari total kebutuhan yang harus diimpor, yaitu sekitar 80.000 ton daging," ujarnya di Jakarta, Rabu (28/11/2012).

Ia menambahkan, kebutuhan konsumsi ini telah menghitung adanya peningkatan konsumsi daging dari 1,9 kilogram per kapita per tahun menjadi 2,2 kg per kapita per tahun.

Menteri Pertanian Suswono menambahkan, dari 80.000 ton kuota impor daging ini nantinya akan dipenuhi dalam bentuk daging sapi beku dan sapi bakalan. Sayangnya, ia masih belum mau membeberkan berapa besar porsi dari masing-masing jenis tersebut.

Hanya saja, Suswono menggambarkan pada tahun-tahun sebelumnya komposisi impor daging adalah 60% dalam bentuk sapi bakalan dan sisanya 40% dalam bentuk daging sapi beku. Asal tahu saja, "Satu ton daging sapi setara dengan enam ekor sapi," kata Suswono.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menambahkan, kuota impor daging tahun 2013 ini lebih besar ketimbang kuota impor tahun 2012. Tahun ini, kuota daging sapi impor sekitar 38.000 ton. Hanya saja, Gita bilang pemerintah tetap akan mengevaluasi kuota ini per bulan, per kuartal, maupun per semester.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Kontan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas