• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

15 Hotel Baru di Makassar Akan Dibangun Pada 2013

Senin, 3 Desember 2012 07:47 WIB
15 Hotel Baru di Makassar Akan Dibangun Pada 2013
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Sekitar 15 hotel berbintang hadir di Makassar tahun depan. Nilai investasi pembangunan hotel itu berkisar Rp 300 juta per kamar atau mencapai Rp 750 miliar. Kehadiran hotel baru itu akan menambah 2.722 kamar atau meningkat 35 persen.

Sekarang kamar hotel yang tersedia di Makassar sekitar 10.137, dari 391 hotel yang beroperasi. Pengusaha yang akan membangun hotel di Makassar bukan hanya dari luar. Beberapa pengusaha lokal juga semakin percaya diri ikut bersaing di bisnis perhotelan.

Kehadiran pengusaha lokal itulah yang akan menambah deretan hotel megah di MakassarPengurus Daerah Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar meliris nama-nama 15 hotel baru yang akan beroperasi dan dibangun di Makassar tahun 2013 (lihat, Info Grafis).

Hotel yang akan beroperasi maupun memulai proses pembangunan pada tahun depan di antaranya Novotel Sheyla, Karebosi Condotel, Hotel CCC Tanjung Bunga, Smile Hotel (Aerotel Smile), Hotel Bintang Grup Tanjung Bunga, Hotel dan Tanjung Banua.

Selain itu, Hotel Amaris Tanjung Bunga, Hotel Swissbell Fort Rotterdam, Budget Hotel Perintis Kemerdekaan, Hotel Aston milik Patompo Group, Tune Hotel, Hotel Ibis, Best Wester, MNG Condotel, dan Grand Quality Hotel, Jl Perintis Kemerdekaan Km 16.

Ketua Badan Pengurus Daerah Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan, tahun depan akan lebih banyak lagi investor yang masuk membangun hotel berbintang di kota ini.

"Kehadiran hotel itu mampu memberikan kontribusi besar. Jika dihitung investasi saja mencapai Rp 300 juta per kamar. Dari total jumlah pertambahan kamar itu maka dipastikan total investasi mencapai Rp 750 miliar," jelasnya, Minggu (3/12/2012).

Yang lebih menggembirakan, kata Anggiat, karena pengusaha yang berinvestasi di dunia perhotelan tidak lagi dimonopoli investor dari luar Makassar. “Sudah banyak pengusaha asal Makassar atau pengusaha lokal yang akan membangun hotel berbintang. Pengusaha lokal itu memang sudah lama berkecimpun di bisnis perhotelan di daerah ini,” jelas Anggiat.

Daya tampung hotel "jangkung" dengan bangunan delapan- 12 lantai tersebut berkisar 150-300 kamar per hotel.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar, Indriaty Djaharuddin, belum bersedia menyebut semua hotel yang akan hadir di Makassar tahun depan. Alasannya, masih ada manajemen hotel belum mendapatkan izin usaha pariwisata sehingga belum terdaftar. “Tapi angkanya memang seperti itu,” ujarnya.

Anggiat menambahkan kontribusi yang diberikan hotel tidak saja pada investasi. Tapi juga ketika beroperasi akan memberi sumbangsih ke pemerintah melalui pembayaran pajak.

Untuk pajak hotel dan restoran saja, kata Anggiat, mampu menyumbang pajak mencapai Rp70 miliar per tahun. Jumlah itu itu belum termasuk pajak perparkiran, pajak kegiatan, entertainment, dan lainnya.

Anggiat menambahkan okupansi hotel saat ini relatif stabil rata-rata 65-75 persen. Menurutnya, tingginya hunian hotel tersebut didukung beragamnya kegiatan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) di Makassar.

Hal senada disampaikan Indriaty. Menurutnya, pesatnya pertumbuhan hotel di daerah ini dipicu banyaknya event nasional dan internasional digelar. "Kegiatan MICE banyak dialihkan di Makassar. Kebutuhan kamar hotel meningkat," katanya.

Anggiat menambahkan kehadiran hotel baru ini harus disyukuri sebab akan ada dinamisasi signifikan sektor bisnis hotel di daerah ini. "Tapi di sisi lain perlu menjadi perhatian apakah pertumbuhan ini mampu berjalan kondusif seiring tingkat hunian yang ada khususnya tingkat kunjungan tamu ke hotel. Kita berharap dukungan pemerintah membantu eksistensi usaha tersebut," jelasnya.(cr4/cr14/edi)

Koran Futuristik dan Elegan
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper
 
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas