Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Semen Gresik Kaji Tawaran Dahlan Iskan Ambil Alih Semen Baturaja

Kamis, 20 Desember 2012 19:37 WIB

Semen Gresik Kaji Tawaran Dahlan Iskan Ambil Alih Semen Baturaja
IST
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Semen Gresik (Persero) yang kini berubah nama PT Semen Indonesia melalui Mahendra Siregar, Komisaris Utamanya menyambut baik permintaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan agar pihaknya mengambil alih Semen Batu Raja.

Karena itu, untuk merealisasikan hal itu, kata Mahendra yang juga menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), pihak Semen Indonesia tengah melakukan kajian. Khususnya bagaimana dapat memperoleh nilai tambah kedepannya dengan mengambil alih Semen Batu Raja.

"Saat ini kami sedang mangkaji, memperoleh nilai tambah, dengan penggabungan itu. Kalau ada penggabungan akan ada nilai tambah, dan kecukupan pendaan dalam membangun pabrik Batu Raja," ujarnya, usai Rapat Umum Pemegang Saham  Luar Biasa (RUPSLB) Semen Gresik (SMGR)  di Crowne Plaza, Jakarta, Kamis (20/12/2012).

Mahendra menilai pula arahan Dahlan Iskan selaku pemegang saham mayoritas Semen Plat merah ini sangat penting. Namun, untuk teknis pengambilalihan Semen Batu Raja, kapan dan bagimana, dia meminta waktu kepada pihaknya untuk melakukan pengkajian mengenai itu.

"Karena itu kami juga akan meminta juga penjelasan dari pemenagang saham mengenai itu," jelasnya.

Sebegaimana diberitakan Tribunnews sebelumnya, Dahlan Iskan meminta manajemen PT Semen Indonesia agar mengambil alih Semen Batu Raja. Dahlan mengharapkan PT Semen Gresik Tbk dapat menguasai 51 persen saham Semen Baturaja.

Dengan begitu Semen Baturaja akan menjadi anak usaha Semen Indonesia, yang merupakan perusahaan induk dari Semen Gresik, Semen Padang, dan Semen Tonasa. "Nantinya, go public Semen Baturaja baru dapat dilakukan setelah menjadi anak perusahaan Semen Indonesia," ujar Dahlan.

Dahlan menjelaskan rencana ini dilakukan untuk memperkuat serta memenuhi kebutuhan semen di Tanah Air dalam empat tahun mendatang seiring dengan ekspansi di bidang infrastruktur.

Dahlan mengusulkan agar Semen Baturaja menerbitkan obligasi sekitar Rp1 triliun sampai Rp1,2 triliun tahun depan karena persetujuan untuk penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) belum didapat dari DPR.

"Saya harap bisa menjajaki obligasi atau pinjaman. Obligasi tahap awalnya bisa Rp1 triliun sampai Rp1,2 triliun," ujar Dahlan. Dana hasil penawaran surat utang tersebut, kata Dahlan, akan digunakan untuk membangun pabrik baru dengan kapasitas terpasang 1,5 juta per tahun, cement mill serta cement packing di Baturaja. (*)

BACA JUGA:


Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sugiyarto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas