Jumat, 28 November 2014
Tribunnews.com

PT Semen Indonesia Resmikan Pabrik Semen Siap Pakai di Serpong

Selasa, 15 Januari 2013 15:41 WIB

PT Semen Indonesia Resmikan Pabrik Semen Siap Pakai di Serpong
Ilustrasi Pabrik semen siap pakai (ready mix) atau batching plant milik PT SGG Prima Beton (SGGPB)

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA –Pabrik semen siap pakai (ready mix) atau batching plant milik PT SGG Prima Beton (SGGPB) di Serpong resmi beroperasi.

Pabrik dengan nilai investasi sebesar Rp 70 miliar, Selasa ( 15/1/2013) diresmikan Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis PT Semen Indonesia (SMGR), Erizal Bakar.

Usai peresmian Erizal Bakar mengatakan peresmian batching plant ini merupakan bagian dari rencana penambahan sembilan unit batching plant pada tahun ini dengan nilai investasi sekitar Rp70 miliar.

Erizal menjelaskan, kapasitas batching plant Serpong memiliki kapasitas 75 meter kubik per jam. SGGPB juga telah memesan 75 unit mixer truck pada akhir 2012. Dari 75 unit tersebut, saat ini telah siap dioperasikan di batching plant Serpong sebanyak 15 unit

“Sisanya, sebanyak 60 unit masih dalam proses finishing di karoseri. SGGPB juga akan segera memesan 100 unit lagi mixer truck pada 2013,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, permintaan untuk produk ready mix sangat tinggi. Tren pasar sudah mulai mengarah pada kemudahan dan kepraktisan dalam menggunakan produk industri semen sehingga ready mix cukup diminati. “Kami sudah menyiapkan grand strategy agar kinerja penjualan perseroan terus meningkat, termasuk dengan meningkatkan porsi penjualan ready mix. Pembangunan batching plant dalam rangka menjawab kebutuhan pasar tersebut,” tutur Erizal.

Selain itu, SGGPB saat ini juga sedang dalam proses mengakuisisi PT Varia Usaha Beton (VUB), perusahaan ready mix yang terlah beroperasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. VUB sendiri merupakan anak usaha PT Varia Usaha yang juga merupakan salah satu anak perusahaan Semen Indonesia.

“Strategi yang dijalankan anak perusahaan tersebut sinergi dengan kepentingan Semen Indonesia sebagai Induk usaha. Kami memosisikan anak perusahaan sebagai strategic tools untuk ikut menopang bisnis inti perseroan,” imbuh Erizal Bakar.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama SGGPB Hery Wahyudi menyatakan, SGGPB sendiri akan difokuskan untuk menggarap pasar Jabodetabek, Jabar, dan Banten. Penetrasi pasar itu akan memperkuat dan memperluas basis bisnis SMGR di pulau Jawa.

Selama ini Semen Indonesia melalui Semen Gresik telah cukup berakar dan menjadi top of mind produk semen di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Kami terus berupaya mendekatkan diri pada pelanggan. Variabel biaya transportasi cukup besar memengaruhi bisnis semen. Karena itu, ekspansi batching plant ini sangat tepat untuk mendekatkan diri pada pelanggan secara secara geografis,” kata Hery.

PT SGGPB sendiri resmi didirikan pada 25 Mei 2012. Saham SGGPB dimiliki oleh PT Semen Indonesia sebesar 99,9% sedangkan sisanya dimiliki oleh Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG).

Penulis: Budi Prasetyo

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas