Jumat, 28 November 2014
Tribunnews.com

Harga Ikan Air Tawar Melonjak

Selasa, 22 Januari 2013 10:22 WIB

Harga Ikan Air Tawar Melonjak
(Tribunnews/Hendra Gunawan)
Ikan gurame

TRIBUNNEWS.COM, BATUJAJAR - Harga ikan air tawar di seluruh Jabar diprediksi akan melonjak tinggi menyusul musibah yang menimpa para petani  ikan air tawar di Waduk Cirata dan Jatiluhur pekan kemarin. Saat itu ribuan ton ikan siap panen mati akibat serangan cuaca ekstrem. Kenaikan harga ikan ini diprediksi akan terjadi hingga tiga bulan ke depan.

Ketua Asosiasi Petani dan Pembudidaya Ikan Waduk Cirata (Aspindac), Kabupaten Bandung Barat (KBB) Sundaya, mengatakan musibah yang dialami para petani ikan Cirata dan Jatiluhur berpengaruh besar terhadap pasokan ikan air tawar di Jabar bahkan nasional. Hal ini karena Jabar merupakan penghasil sekaligus pemasok 36 persen ikan air tawar nasional. Dari angka 36 persen itu, lebih dari 60 persennya ikan yang dipasok oleh para petani di Waduk Cirata dan Jatiluhur.

"Sekarang pascamusibah matinya ribuan ton ikan di Cirata dan Jatiluhur itu jelas akan mempengaruhi pasokan ikan terutama di Jawa Barat. Harganya pun pasti akan melonjak tajam. Sekarang saja sudah mulai naik," jelas Sundaya saat ditemui di Batujajar, Senin (21/1/2013).

Berdasarkan pantauannya di lapangan, kata dia, mulai minggu ini harga ikan air tawar terutama jenis ikan mas, nila, dan patin mulai naik. Jika harga normalnya sekitar Rp 16.500 per kilogram, kini harganya sudah menginjak angka Rp 17 ribu per kilogram.

"Bahkan bukan tidak mungkin harga ikan air tawar ini akan terus merangkak naik pada beberapa ke depan. Saya prediksi harganya bisa menembus Rp 25 ribu per kilogramnya," kata Sundaya.

Prediksi tersebut didasarkan pada kondisi faktual di lapangan. Saat ini, stok ikan yang dimiliki oleh ribuan petani di Waduk Cirata dan Jatiluhur sangat terbatas, karena banyak yang mati.
"Rata-rata pasokan ikan yang dimiliki petani hanya sekitar 10 hingga 20 persen dari ikan yang ditanam semula. Itu pun ikan yang tersisa setelah musibah yang terjadi pekan lalu," jelasnya.

Ia menambahkan jika melihat kondisi di lapangan kemungkinan besar pasokan ikan air tawar untuk pasar Jabar baru akan kembali normal  dalam tiga bulan ke depan.  "Para petani kan harus mulai lagi dari awal dengan melakukan pembibitan. Butuh waktu sekitar tiga bulan, agar pasokan ikan kembali normal. Ya tiga bulan ke depan, mungkin harganya masih akan mahal," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, tak kurang dari 500 ton ikan milik ratusan petani ikan di Waduk Cirata, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mati akibat pengaruh buruk cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut sepekan terakhir ini.  Setiap harinya, 20 sampai 30 ton ikan ton seperti ikan mas, nila, gurame dan lainnya mengalami mabuk air dan akhirnya mati. Para petani pun merugi hingga puluhan miliar rupiah.(zam)

Baca juga:


Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas