Jumat, 29 Mei 2015
Tribunnews.com

Mau Bawa Spa ke Jepang? Jangan yang Plus-plus ya!

Senin, 28 Januari 2013 13:57 WIB

Mau Bawa Spa ke Jepang? Jangan yang Plus-plus ya!
TRIBUNNEWS.COM/RICHARD SUSILO
Satu dari sejumlah tradisi yang masih dilakukan di Jepang.

Richard Susilo *)

TRIBUNNEWS.COM - Indonesia memang sarat dengan dunia pariwisata mulai hotel, restoran sampai ke bidang spa dengan minyak pijat (massage oil), essential oil, dan juga dupa (incense). Potensi yang besar ini ingin diarahkan ke Jepang. Apa bisa?

Kenyataan yang ada ekspor produk spa ke Jepang dimonitor ketat dan banyak dilakukan oleh orang Jepang yang tinggal di Bali.

Sebagai Direktur Asosiasi Spa Jepang, penulis mencatat di seluruh Jepang ada sekitar 20-an spa besar, spa yang benar-benar serius bergerak di bidang spa. Bukan spa plus plus plus atau spa yang praktis hanya berendam air panas. Biasa disebut Onsen, tempat pemandian air panas.

Apa sebenarnya spa? Bagian dari kehidupan manusia. Mulai dari pengenalan kesehatan manusia itu sendiri, lalu di-treated atau ditangani bagian yang kurang baik (gizi misalnya), olahraga, jogging, stretch, pijat, berendam dan solusi serta nasihat maupun kalau perlu makanan kesehatan, di akhir proses spa, tidur pulas.

Jelas sekali yang bernama spa tidaklah sesederhana yang kita lihat sekarang, pijat, lulur, maskering dan berendam. Tetapi spa lebih kepada solusi pemulihan kesehatan dan kesegaran. Untuk itu dipakailah beberapa produk seperti produk aroma yang kita kenal misalnya essential oil, dan sebagainya.

Nah, apabila sudah menyangkut produk, seringkali  kontrol kualitas (quaity control=QC) sangat rendah dilakukan manusia Indonesia. Cepat puas. Kalau sekali sudah baik langsung puas dan yakin yang kedua kali pasti juga bagus.

Halaman123
Editor: Widiyabuana Slay
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas