• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Produk-Produk Unggulan Jadi Prioritas Kredit Perbankan

Kamis, 7 Februari 2013 08:18 WIB
Produk-Produk Unggulan Jadi Prioritas Kredit Perbankan
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Ilustrasi: Sawit salah satu produk unggulan di Sumatera Utara

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Pada tahun ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Sumatera Utara-Aceh, akan merampungkan penelitian Komoditas Produk Jasa Usaha unggulan (KPJU) UMKM di 30 kabupaten/kota di Sumatera. Sejak dilakukan pada tahun 2008 silam, sudah 18 kabupaten/kota yang diteliti produk unggulan masing-masing daerah.

Deputi Direktur BI Medan, Mikael Budisatrio, menargetkan hingga November 2012, sebanyak 12 kabupaten/kota lagi akan rampung disurvei sehingga dapat menampilkan sektor unggulan di masing-masing daerah.

Deretan produk unggulan inilah, katanya, yang nantinya akan direkomendasikan untuk mendapatkan pembiayaan bagi sektor kredit perbankan. Hasil penelitian akan didistribusikan lalu dipresentasikan kepada Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) daerah terkait untuk dapat menjadi bahan acuan bagi pengembangan sektor tersebut.

Ia berharap, nantinya setiap kota/kabupaten memiliki KPJU unggulan dan potensi UMKM dari berbagai sektor ekonomi yang cocok untuk dikembangkan sebagai fokus arah dan kebijakan pembangunan.
Selain itu katanya, hasil penelitian itu nantinya juga bisa menjadi rekomendasi bagi semua pihak untuk saling membantu merangkai rantai nilai keterkaitan dari KPJU unggulan tersebut, mulai faktor input, proses produksi, dan promosi atau pemasaran.

"Produk unggulan pastinya mendapatkan prioritas pembiayaan. Kita berharap hingga November tahun ini sudah genap 30 kabupaten dan kota yang kita teliti. Supaya bisa diketahui sektor-sektor yang masih potensial untuk dikembangkan," papar Mikael.

Beberapa potensi lahan untuk pengembangan kredit yang masih berpeluang untuk dikembangkan misalnya di Langkat, Karo, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Nias, Deliserdang, Simalungun, Asahan, Labuhan Baru, dan Tapanuli Selatan.

Tak bisa dipungkiri memang, masih banyak ditemui beberapa kendala bagi UMKM di Sumut untuk bisa maju dan berkembang pesat. Di antaranya adalah permodalan, SDM, agunan untuk kredit perbankan, pemasaran serta ketersediaan bahan baku.

Meski UMKM terkendala permodalan, namun realisasinya cukup besar sepanjang tahun 2012. Bahkan pertumbuhan secara year on year (yoy) mencapai 11,78 persen di tahun 2012 bila dibanding tahun sebelumnya.

Pada Desember 2012, nilainya mencapai Rp 32,73 triliun sedangkan tahun 2011 hanya Rp 29,28 triliun. Porsi kredit menengah menduduki bagian terbesar dengan nilai Rp 16,7 triliun dan pertumbuhan tertinggi yakni 21,99 persen.

"Kami berharap dukungan perbankan terhadap UMKM semakin ditingkatkan dan pemerintah setempat juga memprioritaskan kebijakan ekonominya melalui pengembangan KPJU unggulan di daerah masing-masing," tandasnya. (Tribun Medan/ers)

Baca juga:

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1414022 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas