Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Bikin Kadin Tandingan, Ketua Kadin Yogyakarta Dipecat

Rabu, 13 Februari 2013 17:28 WIB

Bikin Kadin Tandingan, Ketua Kadin Yogyakarta Dipecat
net
Nur Achmad Affandi, Ketua KADIN Yogyakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia akhirnya menindak tegas pihak-pihak yang berusaha memecah belah organisasi. Hal itu dibuktikan dengan memecat Ketua KADIN Yogyakarta Nur Achmad Affandi karena membentuk KADIN tandingan yang disinyalir berkaitan dengan kepentingan politik 2014.

Iwa Hanafi, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Koordinator Indonesia, mengatakan Dewan Pengurus Pusat KADIN Indonesia menilai pendirian forum KADIN Provinsi Se-Indonesia yang diketuai oleh Ketua KADIN Yogyakarta Nur Achmad Affandi sebagai upaya menciptakan friksi di tingkat internal, sehingga dapat menciptakan iklim organisasi KADIN Indonesia yang tidak sehat.

"Keputusan Dewan Pengurus Pusat KADIN Indonesia yaitu memecat Nur Achmad Affandi dan segera menunjuk pejabat sementara untuk mengisi kekosongan tersebut,” jelas Iwa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/2/2013).

Pemecatan Nur Achmad Affandi termaktub dalam Surat Keputusan (SK) KADIN Indonesia dengan nomor SKEP/012/DP/II/2012.

Suryo Bambang Sulisto, Ketua Umum KADIN Indonesia, bertekad konsisten terhadap agenda mendorong sinergi dunia usaha untuk mempercepat pembangunan ekonomi nasional dan daerah secara berkesinambungan.

“Meskipun punya aspirasi politik, namun pengusaha di KADIN adalah figur yang sangat matang, sehingga tak akan terbelah oleh kepentingan politiknya. Justru bisa saling sinergi untuk agenda melancarkan perekonomian nasional, karena KADIN Indonesia memiliki fokus untuk mewadahi kepentingan dunia usaha, bukan politik,” ujar Suryo.

Suryo melihat, adanya sejumlah wacana kurang baik dimaklumi sebagai bentuk kurangnya pemahaman yang menyeluruh terhadap upaya KADIN Indonesia melakukan reformasi melalui jalan depolitisasi agar tercipta iklim organisasi yang profesional.

Menurut Suryo, tindakan tegas perlu dilakukan guna mencegah terjadinya friksi-friksi yang kontraproduktif terhadap visi dan misi KADIN Indonesia. KADIN Indonesia sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional dan daerah memerlukan sebuah iklim organisasi dunia usaha yang bebas dari kepentingan luar organisasi, khususnya dunia politik.

Keputusan pemecatan itu pun didukung oleh Ketua KADIN Provinsi Lampung Mustafa yang menyatakan keputusan Dewan Pengurus KADIN Indonesia terkait pemecatan Nur Achmad Affandi dinilai sudah tepat, khususnya untuk mencegah terjadinya provokasi yang kontraproduktif terhadap kepentingan menjaga soliditas organisasi KADIN Indonesia.

“Hal ini dilakukan untuk menjaga keutuhan organisasi yang mewadahi dunia usaha, agar tidak terprovokasi upaya-upaya memecah belah terkait 2014. Jelas sekali ada upaya memecah belah KADIN Indonesia yang diduga kuat terkait agenda politik 2014.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: sanusi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas