• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Harga Emas di Bandar Lampung Turun Lagi Rp 20 Ribu/Gram

Rabu, 13 Februari 2013 00:03 WIB
Harga Emas di Bandar Lampung Turun Lagi Rp 20 Ribu/Gram
Emas batangan

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG -- Harga emas perhiasan di berbagai toko emas di Bandar Lampung kembali mengalami penurunan signifikan mencapai Rp 20 ribu per gram. Pada perdagangan Selasa (12/2/2013), harga emas perhiasan 24 karat menjadi Rp 490 ribu per gram. Sebelumnya harga emas perhiasan sempat anjlok dari Rp 530 ribu pada perdagangan awal Januari menjadi Rp 510 ribu per gram pada awal Februari.

Penurunan serupa terjadi pada emas dengan kadar lebih rendah. Untuk emas perhiasan 20 karat (kadar emas 83 persen) harganya turun menjadi Rp 450 ribu-460 ribu per gram, emas ukuran 21 karat menjadi Rp 470  ribu.

Sedangkan untuk emas kuning dengan kadar 22 karat atau lebih dikenal dengan sebutan emas muda mengalami penurunan Rp 10 ribu per gram, dari Rp 250 ribu menjadi Rp 240 ribu. Emas putih kadar 22 karat turun dari Rp 270 ribu menjadi Rp 260 ribu.

Menurut pengelola Toko Emas Paris Ari Doang, penurunan harga emas perhiasan mengikuti pergerakan harga emas batangan Logam Mulia (LM) produksi PT Aneka Tambang yang juga mengalami penurunan. "Harga emas perhiasan biasanya mengikuti harga LM, walaupun nilai penurunannya tidak sama," kata Ari Doang, Selasa (12/2/2013).

Ari menjelaskan, pergerakan harga emas perhiasan selama awal 2013 tergolong tidak stabil dan mengalami perubahan harga yang relatif cepat. Ia mencontohkan, perubahan harga emas muda dan emas putih. Pada awal Februari lalu, saat harga emas turun, harga kedua jenis emas tersebut justru mengalami kenaikan mencapai Rp 10 ribu-20 ribu per gram.

"Awal bulan lalu, emas muda justru mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp 240 ribu menjadi Rp 250 ribu. Demikian halnya dengan emas putih 22 karat yang naik Rp 20 ribu dari sebelumnya Rp 250 ribu," ungkap Ari.

Fluktuasi harga juga terjadi pada emas putih kadar 21 karat. Pada awal Januari 2013, harga emas jenis ini berkisar Rp 400 ribu-430 ribu per gram, naik menjadi Rp 440 ribu per gram pada awal Februari. Pada penjualan kemarin, harga emas tersebut ikut turun Rp 10 ribu. "Jadi semua jenis emas sekarang turun, mulai dari kadar 20 karat sampai yang 24 karat, turun semua," imbuh Azis, pedagang emas di Pasar Bambu Kuning.

Meski harga emas mengalami penurunan, Azis mengatakan, tren penjualan emas justru menurun. Masyarakat lebih banyak yang menjual emas dibanding yang membeli. "Padahal harusnya banyak yang beli karena harga sedang murah," imbuhnya.

Azis memrediksi, turunnya daya beli masyarakat terhadap produk emas terjadi karena banyak masyarakat yang membutuhkan uang, sehingga memilih menjual emasnya dibanding membeli untuk investasi.

Penurunan harga jual emas di toko juga diikuti penurunan harga pembelian kembali dari konsumen. "Biasanya harga beli toko selisih Rp 20 ribu dari harga jualnya," kata dia.

Azis mengungkapkan, meski harga emas dihitung berdasarkan bobot dan kadar karat emasnya, harga emas perhiasan bisa berbeda dan lebih mahal dari harga standar jika konsumen melakukan pemesanan khusus, semisal untuk cincin kawin. Harga tersebut disesuaikan dengan tingkat kesulitan hiasan atau model yang diinginkan konsumen. Selisih harga tersebut terhitung sebagai biaya tambahan di luar harga standar emas yang berlaku.

"Selisihnya bisa Rp 350 ribu-1 juta tergantung tingkat kesulitan model yang dipesan konsumen. Yang mahal itu biasanya kalau cincin kawin yang menggunakan mata emas berlian. Kalau pakai ukiran atau model-model tertentu, biaya pemesannya bisa Rp 1 juta," kata dia.(heribertus sulis/tribunlampung)

Baca juga:


Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Lampung
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas