• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Pusri Targetkan 36 Ribu Ha Lahan GP3K di Lampung

Kamis, 21 Februari 2013 08:35 WIB

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) Lampung sepanjang 2013 kembali menggulirkan program GP3K (Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi). Ditargetkan, 36 ribu hektare lahan persawahan petani yang tergabung dalam kelompok tani di 14 kabupaten/kota di Lampung menerima bantuan program ini.

Area Manajer PT Pusri Lampung Hairul Lizano menerangkan, bantuan dana pinjaman yang diberikan pada kisaran Rp 1,5 juta-Rp 2 juta untuk satu hektare lahan. Untuk total 36 hektare lahan yang menerima bantuan, perusahaan pupuk nasional ini menyiapkan total dana pinjaman sebesar Rp 72 miliar.

"Dana pinjaman dapat dimanfaatkan petani membeli pupuk urea, phonska, dan organik. Tujuan utama program ini mampu meningkatkan produktifitas panen. Program ini hanya berlaku untuk petani yang gabung pada kelompok tani, yang tidak bergabung tidak bisa terima bantuan," jelasnya dalam konferensi pers di Kantor PT Pusri, Rabu (20/2/2013).

Haerul mengungkapkan, sejak program digulirkan 2011 lalu, produksi hasil pertanian dari petani meningkat 1-1,5 ton. Itu karena, GP3K selalu dimonitoring dan dievaluasi PT Pusri mulai dari ketersediaan benih, pestisida, pupuk, sampai panen

GP3K jika dirinci terdiri dari dua program besar yaitu Kemitraan Bina Lingkungan dan Pola Mandiri.  Kelompok tani bisa memilih salah satunya. Program Kemitraan Bina Lingkungan PT Pusri memberikan pinjaman dana. Petani yang meminjam harus mengembalikan dana dengan bunga lunak.

"Untuk Program Pola Mandiri lebih mengarah pada edukasi. PT Pusri memberikan pelatihan tehnik penggarapan lahah, pemberian benih, penangkaran, hingga panen. Program ini tidak berlaku pinjaman kredit," tegasnya.

Made Wirama, petani dari Desa Tanjung Sari, Kecamatan Jabung, Lampung Timur yang hadir dalam konferensi pers mengatakan, program GP3K yang diikutinya sangat membantu meningkatkan produktifitas pertanian dan biayanya murah. Maksud biaya murah adalah, pembelian pupuk urea satu sak hanya Rp 90 ribu. Luas lahan satu hektare yang dikelolanya cukup mengeluarkan biaya pupuk urea Rp 360 ribu untuk empat sak urea.

Pupuk lain yang digunakan adalah phonska yang harganya Rp 115 ribu per sak. Untuk luas lahan satu hektare menghabiskan lima sak phonska dengan total biaya Rp 575 ribu. Total biaya yang dikeluarkannya dari dua pupuk ini hanya Rp 935 ribu per satu hektare lahan pertanian.

Diungkapkan Made, pada saat panen, hasil produksi padi mencapai 7,5 ton per satu hektare. Ketika produksi dijual, harga gabah kering di pasaran Rp 4.000 per kg. Keuntungan yang diraupnya mencapai Rp 30 juta. Padahal, ia hanya mengeluarkan biaya pupuk pada saat awal penggarapan lahan hanya Rp 935 ribu. (martin lumban tobing/tribunlampung)

Baca juga:

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Lampung
0 KOMENTAR
1466381 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas