• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribunnews.com

Sejahterakan Pensiunan, BRI Konsisten Terapkan UU No.13

Kamis, 21 Februari 2013 15:34 WIB
Sejahterakan Pensiunan, BRI Konsisten Terapkan UU No.13
net

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pensiunan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mendapat perhatian khusus dari manajemen perusahaan. Tak hanya memperhatikan kesejahteraan pekerja aktif, BRI juga mengimplementasikan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 167 ayat 1.

”Guna mengimplementasikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta mewujudkan penghargaan perusahaan terhadap para pekerja khususnya para pensiunan, maka BRI memberikan jaminan perlindungan terkait hak-hak yang harus diterima oleh setiap pensiunan,” ujar Muhamad Ali, Sekretaris Perusahaan BRI, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/2/2013).

Ali mengatakan, sesuai Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 167 ayat 1 mensyaratkan adanya pembayaran pesangon sesuai ketentuan kepada setiap pensiunan apabila perusahaan tidak mengikutsertakan pekerjanya dalam program pensiun.

Meski demikian, BRI telah mengikutsertakan seluruh pekerjanya dalam program pensiun berupa Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) melalui lembaga-lembaga kredibel yang ditunjuk sebagai penyelenggara program.

"Semua perusahaan harus memenuhi ketentuan perundangan yang mewajibkan untuk memperhitungkan besaran manfaat pensiun yang diterima pensiunan. BRI telah melakukan kajian-kajian yang komprehensif dengan dukungan dari pihak-pihak terkait yang berkompeten, sehingga dihasilkan sebuah formulasi perhitungan yang diatur didalam ketentuan internal perusahaan,” papar Ali.

Dikatakan Ali, dari hasil perhitungan atau perbandingan pesangon dengan manfaat pensiun (uang pensiun) terdapat 3 (tiga) kondisi hasil yang berbeda.

Jumlah uang pensiun yang diterima lebih kecil dari pesangon (Uang pensiun < Pesangon), maka selisih kekurangannya (Kompensasi) akan dibayar oleh BRI. Kedua, jumlah uang pensiun yang diterima sama dengan pesangon (Uang pensiun = Pesangon), maka tidak ada kewajiban bagi BRI untuk membayarkan Kompensasi kepada pensiunan.

Ketiga, jumlah uang pensiun yang diterima lebih besar dari pesangon (Uang pensiun > Pesangon), maka atas kelebihan tersebut tidak perlu dikembalikan oleh para pensiunan dan merupakan penghargaan perusahaan bagi para pensiunan.

Pensiunan Dapat Rp 26,1 Miliar

Dikatakannya, dari hasil penetapan perhitungan di atas, manajemen telah menetapkan dan membayarkan selisih kurang atas besaran manfaat pensiun dibanding dengan pesangon sesuai ketentuan undang-undang. ”BRI telah membayarkan kepada 903 pensiunan yang berhak dari keseluruhan sebanyak 6.623 orang pensiunan yang pensiun normal mulai 25 Maret 2003 sampai dengan 31 Desember 2011 dengan realisasi dana sebesar Rp 26,1 miliar,” imbuh Ali.

Selanjutnya, untuk para pensiunan BRI yang memasuki usia pensiun normal mulai 1 Januari 2012 hingga 31 Desember 2012 saat ini masih dalam proses penetapan perhitungan sesuai ketentuan.

BRI, pada 1 Oktober 2012, telah mengeluarkan ”Surat Keputusan Direksi BRI Nokep. 883-DIR/KPS/10/2012 tentang Penyelesaian Kewajiban Perusahaan Terhadap Pekerja karena mencapai usia pensiun normal.

BRI, pada 14 Nopember 2012, juga telah melaksanakan sosialisasi ketentuan terkait diatas kepada perwakilan Pensiunan yang diwakili oleh 43 orang pensiunan perwakilan dari 13 Komda BRI Selindo dan 8 Orang Pensiunan dari Pengurus Besar Persatuan Pensiunan BRI dengan narasumber terkait yang antara lain :
1. Dana Pensiun BRI dan Aktuaris ;
2. DPLK BRI ;
3. Serikat Pekerja BRI ;
4. Direktorat MSDM ; Divisi Hukum, Sekretariat Perusahaan dan Logistik BRI

Selanjutnya Implementasi SK Direksi BRI tersebut, sudah mulai direalisasikan untuk para pensiunan yang pensiun normal tmt 25 Maret 2003 s/d 31 Desember 2011 sejak 28 September 2012 (tahap I) sampai 31 Oktober 2012 (tahap XVI).

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: sanusi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1468312 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas