• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Kawasan Tanjung Bunga Makassar Jadi Rebutan Investor

Kamis, 28 Februari 2013 06:53 WIB
Kawasan Tanjung Bunga Makassar Jadi Rebutan Investor
net

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Sejumlah investor properti nasional mengincar kawasan Tanjung Bunga, Makassar, tahun ini. Investor kelas atas ini mengembangkan proyek hunian, pusat perbelanjaan, apartemen, gedung perkantoran, wahana permainan, serta sarana rekreasi.

Pengembang itu antara lain Summarecon, Agung Podomoro, RKM, serta OSO Group, yang sudah mulai masuk pada tahun 2012 lalu.

RKM, salah satu investor disebutkan akan mengembangkan comersial area dan perumahan mewah water front city. Sebelumnya, PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) sudah menancapkan kuku dengan membangun perumahan terpadu dan kawasan wisata disusul PT Trans Kalla.

Saat ini, PT GMTD mengembangkan 6.000 rumah per tahunnya di kawasan "emas" Makassar ini. Kehadiran pengembang nasional di sekitar kawasan Tanjung Bunga didukung proyek reklamasi yang sudah mulai terlihat seperti pembangunan Center Point of Indonesia (CPI).

Principal Ray White Makassar, Arifin, menjelaskan, perkembangan properti Makassar menyusul Jakarta. Tanjung Bunga salah satu lokasi strategis bersama Panakukkang dan Hertasning.

"Kenaikan yang paling mencolok di Tanjung Bunga di selatan Makassar, lalu Hertasning di kawasan timur, dan daerah Daya di utara Makassar dengan pangsa berbeda," jelasnya di Makassar.

Arifin menjelaskan Tanjung Bunga masih menjadi pilihan investasi terbaik apalagi dengan masuknya pengembang kenamaan tersebut.
Reklamasi

Kawasan pesisir sepanjang 35 kilometer dan seluas 3.430 hektare akan dijadikan kawasan terpadu melalui sejumlah proyek prestisius dengan investasi bernilai puluhan triliun. Reklamasi dimulai 2012 dan akan berlanjut hingga 10 tahun kedepan.

Proyek dijalankan 14 perusahaan lokal dan multinasional melalui public private partnrship atau kemitraan pemerintah swasta. Nilai investasi untuk mengaproyek ini senilai Rp 4,3 triliun. Ini belum termasuk konstruksi bangunan.

Dari 14 perusahaan, sebanyak 10 di antaranya telah memiliki izin prinsip dan penataan ruang. Perusahaan pelaksana proyek, yakni PT Laburino, PT Vacra Artha Manika, PT Pelaksana Jaya Mulia, PT Sinar Amali Pratama, PT Asindo untuk kawasan utara.

Sementara kawasan selatan, yakni PT Mariso Indoland, PT Puncak Bumi Gemilang, PT Megasurya Nusalestari, PT Central Cipta Bersama, PT Tunas Karya Bersama, PT Kibar Makassar Bisnislan, PT Bosowa Property, Center Point of Indonesia, dan PT GMTD Tbk.

Editor: sanusi
Sumber: Tribun Timur
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1494632 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas