• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribunnews.com

Usaha Nasabah di Lampung Diyakini Dongkrak Penyaluran Kredit

Kamis, 7 Maret 2013 22:07 WIB
Usaha Nasabah di Lampung Diyakini Dongkrak Penyaluran Kredit
m.kompas.com
Usaha sawit sebagai salah satu andalan di Lampung diperbaya turut mendongkrak kredit perbankan tahun ini

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG -- Para pelaku perbankan di Lampung masih optimistis prospek penyaluran kredit di Lampung pada kuartal I 2013 akan tumbuh positif. Sebanyak 73 persen pelaku perbankan menilai, peningkatan kredit akan terdorong prospek usaha nasabah yang membaik.

Sedangkan 18 persen pelaku perbankan lainnya meyakini, peningkatan kredit terjadi karena membaiknya perekonomian di Lampung, dan 6 persen lainnya melihat pada risiko usaha yang dinilai masih rendah.

Berdasarkan hasil survei kegiatan dunia usaha (SKDU) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan kredit perbankan akan tumbuh sebesar 1-10 persen pada kuartal I-2013. "Pelaku perbankan masih optimistis bahwa DPK akan tumbuh karena fasilitas jasa perbankan yang meningkat," kata Peneliti Ekonomi Madya BI Lampung Nunu Hendrawanto, Kamis (7/3/2013).

Nunu mengatakan, para pelaku perbankan juga menilai, kondisi internal perbankan bakal mendongkrak pertumbuhan penyaluran kredit kepada masyarakat, di antaranya karena faktor kecukupan modal bank (56 persen), kualitas portofolio kredit meningkat (35 persen), dan peningkatan kredit likuiditas berlebih (6 persen).

Menurut BI Lampung, hasil evaluasi kondisi perbankan Lampung pada kuartal IV-2012 menunjukan, jumlah aset perbankan secara kuartal menunjukkan peningkatan dan percepatan. Meskipun secara tahunan mengalami perlambatan dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Pertumbuhan aset pada kuartal laporan tercatat sebesar 5,84 persen (qtq), lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,37 persen (qtq). Sedangkan secara tahunan aset mengalami pertumbuhan yang melambat dari 19,87 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 18,87 persen (yoy).

Dari sisi penghimpunan dana, DPK perbankan tercatat mengalami peningkatan sebesar 1,20 persen (qtq) atau 14,39 persen (yoy). Berdasarkan jenis simpanan, tabungan menjadi pangsa terbesar DPK (52,7 persen) dan tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi pada kuartal laporan, yakni sebesar 10,73 persen (qtq) atau 16,44 persen (yoy) menjadi Rp 13,68 triliun.

Nunu mengungkapkan, simpanan berjangka atau deposito juga tercatat mengalami pertumbuhan, yakni sebesar 0,09 persen (qtq) menjadi Rp7,98 triliun. Berbeda dengan deposito yang mengalami peningkatan, giro justru mengalami penurunan 19,22 persen (qtq) menjadi Rp 4,30 triliun.

Data BI menyebutkan, penyaluran kredit perbankan di Lampung pada kuartal IV 2012 menunjukkan tren meningkat. Outstanding kredit tumbuh sebesar 7,46 persen (qtq) atau 25,56 persen (yoy). Posisi kredit tersebut mengalami percepatan dibanding periode sebelumnya yang tumbuh sebesar 3,72 persen (qtq) atau 24,65 persen (yoy).

Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit tertinggi terjadi pada jenis investasi, yakni 18,57 persen (qtq) atau 33,23 persen (yoy). Pertumbuhan tertinggi berikutnya terjadi pada kredit jenis konsumsi dan modal kerja, yang masing-masing tumbuh sebesar 5,24 persen (qtq) dan 4,38 persen (qtq).

"Peningkatan penyaluran kredit untuk investasi yang cukup signifikan menggambarkan pelaku usaha di Lampung yang masih memandang optimis perkembangan ekonomi tahun 2013," imbuh Nunu.(heribertus sulis/tribunlampung)

Baca juga:


Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Lampung
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas