Sabtu, 29 November 2014
Tribunnews.com

Kiat Hotel di Lampung Tak Menaikkan Tarif

Selasa, 12 Maret 2013 23:56 WIB

Kiat Hotel di Lampung Tak Menaikkan Tarif
Tribun Lampung/Okta Kusuma Jatha
Kenaikan harga elpiji disikapi oleh hotel-hotel di Lampung dengan melakukan efisiensi agar tarif tidak naik lagi

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG -- Hotel-hotel di Lampung memutuskan untuk tidak lagi menaikkan tarif sewa kamarnya. Para pengusaha hotel lebih memilih untuk melakukan penghematan, agar tarif tidak dinaikkan lagi setelah Januari lalu telah ada kenaikan.

Lalu bagaimana mereka melakukan penghematan? Business Development Manager Hotel Sheraton Lampung, Rafizon Chaniago mengutarakan, penghematan yang akan dilakukan bukan mengurangi pemakaian gas elpiji. Cara praktis adalah hemat energi melalui sustainability program yang notabene menjadi komitmen bersama seluruh hotel yang dibawah naugan Starwood Group termasuk Sheraton.

"Program ini dilakukan sejak pertengahan tahun lalu dengan misi utama hemat energi. Caranya bagaimana? Mengganti bohlam lampu hemat energi, AC (air conditioner) jika tidak digunakan dimatikan. Terkait penggunaan gas, kami akui paling banyak terserap untuk pemakaian di restoran, laundry, dan bathtub. Tapi untungnya sejak dulu sistem yang diterapkan sudah teritegrasi," katanya kepada Tribun, Senin (11/3/2013).

Dijelaskannya, sistem integrasi gas diterapkan pada jaringan bathtub. Di setiap kamar tidak disediakan gas elpiji melainkan terpusat. Hotel bintang lima ini pun memasang panel surya yang mampu menyerap energi sinar matahari. Sedangkan untuk mesin laundry, meski pakai gas justru lebih efektif hemat energi dan ramah lingkungan ketimbang pembakaran menggunakan bahan bakar bensin.

Pria yang akrab disapa Ravi ini mengakui, konsumsi gas elpiji mutlak diperlukan di bagian restoran untuk memasak kuliner. Mengurangi konsumsi gas di sektor tersebut mustahil dilakukan karena menyangkut kenyamanan pengunjung.
 
"Kenaikan TDL, BBM (bahan bakar minyak), UMP (upah minimm provinsi), dan kini gas elpiji, setiap tahun pasti terjadi dan sudah diprediksi. Pasti ada pengaruh dengan bertambahnya biaya produksi. Khusus konsumsi gas, semua lini merata tidak hanya laundry dan restoran saja. Kenaikan di semua sektor ini pasti berdampak naiknya pengeluaran produksi, tapi tidak terlalu berdampak besar," ujarnya. (martin lumban tobing/tribunlampung)

Baca juga:

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Lampung

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas