• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Indent Mobil Murah di Medan Terus Berdatangan

Jumat, 15 Maret 2013 23:50 WIB
Indent Mobil Murah di Medan Terus Berdatangan
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memboyong mobil murahnya yakni Astra Daihatsu Ayla.

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Sebanyak 30 suplier telah menyatakan kesiapannya untuk memasok komponen mobil murah ramah lingkungan alias low cost and green car (LCGC).

Perusahaan-perusahaan ini sengaja didirikan untuk menyediakan komponen LCGC. Ada beberapa suplier yang sudah siap, contohnya di PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Tercatat, produsen mobil seperti Daihatsu, Toyota, Honda, Suzuki, dan Nissan telah menyatakan minatnya untuk memproduksi mobil LCGC.

Meski belum bisa memastikan berapa harga banderol yang pantas untuk mobil murah Toyota Agya ketika masuk di Indonesia, namun indent dari para konsumen terus berdatangan. Untuk wilayah Medan saja, sudah ratusan konsumen yang menyatakan minatnya untuk membeli mobil yang kabarnya dibanderol di kisaran harga Rp 100 juta ini sembari menunggu terbitnya regulasi LCGC dari pemerintah Indonesia.  

Branch Manager Auto2000 Medan Amplas, Martogi Siahaan, memaparkan antusiasme masyarakat terus bertambah untuk menanti mobil ini ."Pengguna otomotif di Kota Medan sudah smart. Tidak gampang terpengaruh dengan perang harga murah," ujarnya, Jumat (15/3/2013) di Medan.

Rencana penerapan LCGC memang ditanggapi beragam oleh produsen mobil di Tanah Air. Seperti, PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI), pabrikan Korea ini mengakui, tidak mudah membuat mobil murah. Vice President Director PT HMI, Mukiat Sutikno kepada Tribun mengungkapkan, membuat mobil murah dengan spesifikasi seperti yang direncanakan pemerintah tidaklah mudah.  

"Selain soal harga jualnya, konsumsi bahan bakarnya yang ditarget sekitar 1 liter untuk 20 km, dengan harga jual dibawah Rp 100 jutaan kan tidak mudah," katanya.

Dengan spesifikasi tersebut, produsen harus membuat mesin baru yang tentunya bakal menambah ongkos produksi dan investasi manufacturing lainnya.

"Tapi, bukan berarti Hyundai tidak tertarik untuk ikut memasarkan mobil murah. Setidaknya pemerintah juga harus lebih kompromis degan kemampuan tiap-tiap produsen otomotifnya. Fokus kami sendiri belum ke sana dan lebih fokus ke mobil-mobil premium, tapi kami punya ketertarikan untuk itu. Nanti kalau peraturan LCGC sudah keluar, kami akan bahas dengan principal Hyundai di Korea," lanjut Mukiat. (Tribun Medan/ers)

Baca juga:


Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas