Jumat, 21 November 2014
Tribunnews.com

Siapa Saja yang Berhak Dapat Subsidi Kereta Api?

Rabu, 27 Maret 2013 14:31 WIB

Siapa Saja yang Berhak Dapat Subsidi Kereta Api?
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Sejumlah penumpang Kereta Api Rel Listrik (KRL) menunggu kereta jurusan Depok di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2013). Perjalanan KRL Jurusan Depok sempat terganggu karena ada demo penumpang yang menuntut penghapusan kereta ekonomi yang akan dilakukan PT KAI 1 April mendatang. BERITA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiap tahun, pemerintah selalu mengucurkan subsidi atau Public Service Obligation (PSO) kepada pengguna kereta rangkaian listrik (KRL). Namun saat ini, pemerintah sedang memeprjelas siapa saja yang berhak mendapatkan subsidi tersebut.

Tundjung Inderawan, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, mengatakan bagi masyarakat dengan daya beli rendah akan diberikan subsidi atau PSO untuk dapat menikmati kereta api AC.

"Kalau dahulu, tidak jelas penumpang KRL ekonomi mana yang berhak mendapatkan subsidi. Saya yakin itu campur aduk, sifat subsidi massal. Kita ingin subsidi itu lebih terarah kepada yang memang berhak mendapatkan subsidi dan dia bisa menikmati AC," kata Tundjung.

Penumpang yang berhak mendapatkan subsidi adalah penumpang yang memiliki kartu Gakin, Kartu Jakarta Sehat, dan Kartu Jakarta Pintar, tetapi bagi warga non DKI Jakarta bisa menggunakan kartu Gakin. Selanjutnya penumpang harus mendaftarkan diri ke stasiun, lalu pihak KAI akan memasukkan data ke sistemnya.

"Apakah akan diberikan kartu untuk 25 hari kerja, sehingga kartu itu tdk mungkin diberikan kepada orang lain. Demikian juga dengan kartu yg di-tapping (non subsidi)."

Dengan cara demikian, KAI dapat memonitoring secara real time penumpang yang layak mendapatkan subsidi atau tidak. Sedangkan untuk penggantian KRL ekonomi ke single class akan ada penyesuaian tarif.

"Ini soal bisnis, apa yang bisa diberikan kepada masyarakat? Masyarakat berhak mendapatkan subsidi, tapi ini kan ada mekanismenya," tambah Tundjung.

Penulis: Agustina Rasyida
Editor: sanusi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas