• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribunnews.com

UMP Naik, Perusahaan Tekstil Malah Bertambah

Kamis, 28 Maret 2013 11:05 WIB
UMP Naik, Perusahaan Tekstil Malah Bertambah
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Suasana penjualan tekstil di salah satu pusat perbelanjaan di Tanah Abang Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2013). Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan, pangsa pasar tekstil dan produk tekstil (TPT) impor di tahun ini bisa meningkat 10 persen menjadi 65 persen dari pangsa pasar tahun lalu yang sebesar 55 persen. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski gejolak kenaikan upah pekerja sempat mewarnai industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional di awal tahun ini, namun jumlah unit usaha sektor ini terus bertambah. Penyebabnya, kebutuhan tekstil di pasar domestik dan pasar ekspor tetap tumbuh.

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mencatat, hingga tutup tahun 2012, jumlah unit usaha TPT di Indonesia mencapai 2.886 unit. Jumlah ini naik menjadi 2.916 unit hingga akhir Februari 2013.

Ade Sudrajat, Ketua Umum API mengatakan, penambahan unit usaha ini mayoritas terjadi di luar Jabodetabek. Para penguasaha khawatir, para pekerja mereka bisa kepincut ikut demo bila berlokasi di dekat ibukota.

"Ini risiko yang terjadi bila dekat dengan pusat pemerintahan sehingga beberapa buruh mudah dipanas-panasi untuk aksi demo," katanya, Rabu (27/3).

Ade menyebut, mayoritas investor tekstil yang memilih lokasi di luar Jabodetabek mayoritas berstatus permodalan dalam negeri (PMDN). Investor asing lebih memilih menunda rencana investasi sambil terus mengikuti perkembangan di Indonesia.

Pertumbuhan jumlah perusahaan TPT, lanjut Ade, disokong oleh permintaan TPT di pasar Jepang yang kian membaik. Bahkan, pasar di negeri sakura ini bakal menjadi penentu kinerja ekspor TPT nasional tahun ini.

Ade yakin, tahun ini, ekspor TPT asal Indonesia bisa menyamai tahun lalu yang sebesar 13 miliar dollar AS. Namun, jika ekspor ke Jepang stagnan, kinerja ekspor akan turun sekitar 5 persen. "Pasar Jepang sangat penting karena pasar di negara lain sulit naik," paparnya.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, langkah relokasi pabrik bagi industri padat karya semacam tekstil ini merupakan salah satu solusi. Maklum, beban biaya tenaga kerja makin membengkak dan menggerus keuntungan dan margin perusahaan. "Lebih baik pindah daerah ketimbang mereka pindah ke luar negeri," ujarnya. (Tendi Mahadi/KONTAN)

Editor: sanusi
Sumber: Kontan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1604531 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas