• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Tribunnews.com

Chairul Tanjung Akui Akan Beli TVOne, antv, dan Vivanews

Jumat, 29 Maret 2013 15:31 WIB
Chairul Tanjung Akui Akan Beli TVOne, antv, dan Vivanews
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Pemimpin Trans Corp, Chairul Tanjung, menandatangani buku berjudul Chairul Tanjung Si Anak Singkong, dalam acara peluncuran buku tersebut di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Senin (2/7/2012). Buku mengenai autobiografi Chairul Tanjung tersebut disusun oleh Tjahja Gunawan Diredja. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA


TRIBUNNEWS.COM
 - Chairul Tanjung atau CT akhirnya mengonfirmasikan akan membeli PT Visi Media Asia Tbk atau VIVA (IDX: VIVA).

Menurut catatan Tribunnews.com, VIVA merupakan perusahaan media Bakrie Group yang mengelola stasiun televisi TVOne, antv, televisi berlangganan Sport One, dan portal berita Viva.co.id.

"Kami adalah salah satu penawar utama," kata CT kepada Reuters. Tribunnews.com mengutip berita ini dari Kontan.co.id.

Chairul Tanjung, bos CT Corp, mengatakan hendak membeli VIVa seorang diri, tanpa partner, dengan dana cash.

"Kami mengajukan proposal untuk membeli seluruhnya...kantong saya masih dalam," ujar miliuner berusia 51 tahun ini di sebuah resort di Bali, usai menghadiri pertemuan dengan Presiden dan kabinet.

Dengan pembelian itu, CT Corp akan menjadi raja media.

Di bidang politik, CT dikenal sebagai salah satu penasihat ekonomi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ini, CT Corp mengelola Trans TV dan Trans 7 (kerja sama dengan Kompas Gramedia). 

Sebelumnya, CT Corp membeli saham portal berita Detik.com.

CT mengatakan, ia akan mencairkan pinjaman baru untuk membeli saham media milik Grup Bakrie itu. Namun ia menolak mengatakan berapa nilai yang akan ia pinjam.

Sumber-sumber Reuters mengatakan, Bakrie menawarkan 51% saham VIVA yang dikuasainya melalui kendaraan CMA Indonesia.

Proses penawaran VIVA sudah berjalan selama tiga bulan, dengan para penawar antara lain Grup MNC dan CT Corp.

Menurut sumber lainnya, Bakrie akan menggunakan uang hasil penjualan VIVA untuk mendanai buy back aset batubaranya dari Bumi Plc.

Bakrie memasang valuasi VIVA antara US$ 1,2 miliar-US$ 2 miliar. Padahal, kapitalisasi pasar VIVA hanya sekitar US$ 800 juta.

Sumber-sumber Reuters berkata bahwa penjualan saham VIVA bisa mencapai US$ 1,8 miliar.(*)

Lihat Juga:

Carrefour Indonesia 100 Persen Milik CT Corp 

Para Group Ubah Nama Menjadi CT Corp 

Kompas Gramedia Pernah Ditawari Saham VIVA 

Editor: Dahlan Dahi
Sumber: Kontan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1608772 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas