• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Chairul Tanjung Akui Akan Beli TVOne, antv, dan Vivanews

Jumat, 29 Maret 2013 15:31 WIB
Chairul Tanjung Akui Akan Beli TVOne, antv, dan Vivanews
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Pemimpin Trans Corp, Chairul Tanjung, menandatangani buku berjudul Chairul Tanjung Si Anak Singkong, dalam acara peluncuran buku tersebut di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta, Senin (2/7/2012). Buku mengenai autobiografi Chairul Tanjung tersebut disusun oleh Tjahja Gunawan Diredja. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA


TRIBUNNEWS.COM
 - Chairul Tanjung atau CT akhirnya mengonfirmasikan akan membeli PT Visi Media Asia Tbk atau VIVA (IDX: VIVA).

Menurut catatan Tribunnews.com, VIVA merupakan perusahaan media Bakrie Group yang mengelola stasiun televisi TVOne, antv, televisi berlangganan Sport One, dan portal berita Viva.co.id.

"Kami adalah salah satu penawar utama," kata CT kepada Reuters. Tribunnews.com mengutip berita ini dari Kontan.co.id.

Chairul Tanjung, bos CT Corp, mengatakan hendak membeli VIVa seorang diri, tanpa partner, dengan dana cash.

"Kami mengajukan proposal untuk membeli seluruhnya...kantong saya masih dalam," ujar miliuner berusia 51 tahun ini di sebuah resort di Bali, usai menghadiri pertemuan dengan Presiden dan kabinet.

Dengan pembelian itu, CT Corp akan menjadi raja media.

Di bidang politik, CT dikenal sebagai salah satu penasihat ekonomi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ini, CT Corp mengelola Trans TV dan Trans 7 (kerja sama dengan Kompas Gramedia). 

Sebelumnya, CT Corp membeli saham portal berita Detik.com.

CT mengatakan, ia akan mencairkan pinjaman baru untuk membeli saham media milik Grup Bakrie itu. Namun ia menolak mengatakan berapa nilai yang akan ia pinjam.

Sumber-sumber Reuters mengatakan, Bakrie menawarkan 51% saham VIVA yang dikuasainya melalui kendaraan CMA Indonesia.

Proses penawaran VIVA sudah berjalan selama tiga bulan, dengan para penawar antara lain Grup MNC dan CT Corp.

Menurut sumber lainnya, Bakrie akan menggunakan uang hasil penjualan VIVA untuk mendanai buy back aset batubaranya dari Bumi Plc.

Bakrie memasang valuasi VIVA antara US$ 1,2 miliar-US$ 2 miliar. Padahal, kapitalisasi pasar VIVA hanya sekitar US$ 800 juta.

Sumber-sumber Reuters berkata bahwa penjualan saham VIVA bisa mencapai US$ 1,8 miliar.(*)

Lihat Juga:

Carrefour Indonesia 100 Persen Milik CT Corp 

Para Group Ubah Nama Menjadi CT Corp 

Kompas Gramedia Pernah Ditawari Saham VIVA 

Editor: Dahlan Dahi
Sumber: Kontan
9 KOMENTAR
1608772 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • elang buana-Sabtu, 19 Juli 2014 Laporkan
    Survei RRI pun sdh kebeli ma CT, RRI bkrjasama dgn transtv! Chairul tnjung pendukung jkwi,malah ditawari dubes,ini kata presenter perempuan rekannya helmi yahya! Coba cek rekaman trans tgl 9juli2014! Kira2 jam 10-11an
  • winiharto-Sabtu, 19 Oktober 2013 Laporkan
    bagus baguus tp harus independen, trus naga-naganya bs monopoli media nih klo gak amanah. semoga CT amanah
  • anto hanasusanto-Jumat, 23 Agustus 2013 Laporkan
    Salut buat bpk chairul tanjung..sukes selalu buat CT corp..smga jd perusahaan media terbesar di indonesia
  • anto hanasusanto-Jumat, 23 Agustus 2013 Laporkan
    Salut buat bpk chairul tanjung..sukes selalu buat CT corp..smga jd perusahaan media terbesar di indonesia
  • Muhamad muhtar sidik-Rabu, 10 Juli 2013 Laporkan
    Semoga tidak lupa 2,5% ... Amin
  • muhammad jauhari-Kamis, 20 Juni 2013 Laporkan
    Alhamdulillah,biar saja warga indonesia yg kendalikan tanah airnya daripada warga asing,sudah saatnya warga indonesia bangkit jangan warga asing melulu yang dilevel atas,warga indonesia hanya jadi kacung saja
  • muhammad jauhari-Kamis, 20 Juni 2013 Laporkan
    Alhamdulillah,biar saja warga indonesia yg kendalikan tanah airnya daripada warga asing,sudah saatnya warga indonesia bangkit jangan warga asing melulu yang dilevel atas,warga indonesia hanya jadi kacung saja
  • Refallino-Rabu, 1 Mei 2013 Laporkan
    Sekarang sudah merdeka tapi kenapa orang yg telah dimerdekakaan oleh para pahlawan menjajah bangsanya sendiri???sampek2 aja acara bola saja dibokir????gmn mau maju negri ini pak,,,kualitas orangnya saja hny pikirin hdpny sndri????
  • Andre Stefanus-Jumat, 29 Maret 2013 Laporkan
    Sekalian saja beli semua.. supaya semua stasiun televisi indonesia dikuasai oleh satu orang. Apa kata dunia?!
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas