Kamis, 2 Juli 2015
Tribunnews.com

Orang Terkaya Indonesia Berbagi Kiat Bisnis di Atma Jaya

Rabu, 3 April 2013 19:01 WIB

Orang Terkaya Indonesia Berbagi Kiat Bisnis di Atma Jaya
Tribunnews.com/Domu D Ambarita
Pengusaha nasional Theodore Permadi Rachmat atau lebih populer disapa TP Rachmat (tengah) didampingi Ketua Presidium ISKA Muliawan Margadana (kiri) di tengah forum diskusi TP Rachmat Berbagi di kampus Universitas Atma Jaya Jakarta, Kamis (4/4/2013). Menurut Majalah Forbes, TP Rachmat orang terkaya Indonesia peringkat ke-16 tahun 2011. Acara ini kerja sama Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) dengan Universitas Atma Jaya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pengusaha senior dan orang terkaya peringkat ke-16 Indonesia  Theodore Permadi Rachmat, atau akrab disebut Teddy P Rahmat, akan bercerita dan berbagi tentang kiat-kiat sukses berusaha, besok, Kamis, (4/4/2013).

Ia akan hadir dan membangikan pengalaman pada diskusi bertema, "TP Rachmat Berbagi" yang dilaksanakan Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Katolik Atma Jaya, Jakarta.

Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP-ISKA) Muliawan Margadana mengatakan, acara berlangsung mulai pukul 09.30 WIB di Gedung Yustinus, Lantai 15, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jalan Jenderal Sudirman 51, Jakarta Selatan. Diskuai akan dipandu Dr A Prasetyantoko, ekonom Unika Atma Jaya.

Menurut majalah Forbes, Teddy P Rachmat (67 tahun) memiliki kekayaan 1,35 miliar dolar AS, dan peringkat 16 terkaya di Indonesia tahun 2011.

Setahun setelah lulus Fakulktas Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung, ia memulai karier di Astra sejak 1969. Pemilik nama lengkap Theodore Permadi Rachmat ini keponakan mendiang William Soeryadjaya, pendiri Astra. Belakangan, Teddy Rachmat bersama Edwin Soeryadjaya, saudara sepupunya, turut terlibat membesarkan perusahaan tambang batu bara di Kalimantan, PT Adaro Energy. Saat ini ia menjabat Wakil Presiden Komisaris Adaro.

Awalnya berusaha, Teddy mendirikan PT Porta Nigra, perusahaan di bidang konstruksi, tahun 1970. Teddy tidak menjalankan bersama  Benedictus Purwanto Rachmat, kakaknya. Setelah bergabung di Astra, dia tidak serta merta menjadi pegawai untuk perusahaan-perusahaan pamannya. Dari perkawinan dengan Like Rachmat, mereka dianugerahi anak-anak, Christian Aryono Rachmat, Arif Patrick Rachmat, dan Ayu Patricia Rachmat.

Ia mengawali kemampuan bisnsinya dengan melakukan magang di Gevehe B yang merupakan perusahan Belanda. Bahkan sempat menjadi salesman untuk alat berat di Allis Chalmers Astra. Berkat kemampuannya, akhirnya setelah bekerja selama satu tahun, ia diangkat menjadi direktur PT Astra Honda Motor. Dari sinilah beliau memulai karirnya di Grup Astra. Tahun 1984, diangkat menjadi Presiden Direktur untuk PT Astra International, sampai kemudian menjadi CEO Grup Astra International Tbk.

Halaman123
Editor: Domu D. Ambarita
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas