• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribunnews.com

Stok Gula Sumut Sepekan Lagi Menipis

Senin, 8 April 2013 20:07 WIB
Stok Gula Sumut Sepekan Lagi Menipis
(Tribunnews/Hendra Gunawan)
Ilustrasi: Gula pasir lokal

Laporan Wartawan Tribun Medan, Eris Estrada Sembiring

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Bulog Sumatera Utara memprediksi stok gula pasir kian menipis dan akan habis pada pertengahan April 2013. Dari 11.620 ton gula eks PTPN II yang sudah masuk, sisanya tinggal 2.500 ton. Bila stok benar-benar habis pekan ini, maka untuk sementara Bulog tidak lagi memperdagangkan salah satu bahan pokok itu.

“Tidak ada stok gula lagi karena sebelumnya Bulog kalah tender untuk mendapatkan lagi 10.000 ton gula PTPN II yang terjual dengan harga Rp10.200 per kg. Yang membeli itu perusahaan swasta,” kata Humas Bulog Sumut, Rudi, Senin (8/4/2013) di Medan. Sebelumnya Bulog memang memenangkan tender gula PTPN II sebanyak 11.620 ton pada Januari 2013, dengan harga gula masih Rp10.100 per kg.

“Mudah-mudahan Bulog masih bisa memenangkan tender gula PTPN II di lain waktu sehingga bisnis penjualan gula dilakukan lagi,” katanya. Untuk memenuhi kebutuhan Sumut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut diminta memperkuat stok dan memperlancar pasokan gula setelah stok gula Bulog habis.

Penguatan stok penting dilakukan untuk menekan inflasi masih cukup tinggi hingga bulan Maret.

“Jangan terulang terjadinya lonjakan harga gula seperti yang pernah terjadi tahun 2012,” katanya.

Padahal berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Sumut, peringkat produksi gula provinsi ini berada di posisi ke 6 untuk tahun 2012 dengan luas lahan 10.060 ha. Untuk peringkat pertama ditempati oleh provinsi Jawa Timur dengan jumlah produksi gula yang mencapai 1.051.642 ton dan menyumbang sebanyak 48,08 persen dari produksi gula nasional.

Kepala Dinas Perkebunan Sumut Aspan Sofian menjelaskan, saat ini produksi gula Sumut mencaai 47.122 ton dengan jumlah konsumsi 144.323  ton. Ia mengakui saat ini jumlah produksi yang dihasilkan pabrik gula di Sumut hanya mampu mencukupi 32 persen dari jumlah kebutuhan masyarakat Sumut, hal ini yang menjadi salah satu faktor pemicu semakin melambungnya harga gula di Sumut.

"Total produksi gula dari pabrik yang beroperasi di Provinsi Sumatra Utara hanya mampu memenuhi sekitar 32 persen dari  jumlah kebutuhan masyarakat, sisanya sekitar 68 persen dipasok dari luar daerah dan luar negeri," tambahnya.

Konsumsi gula masyarakat, baik untuk kebutuhan industri, maupun rumah tangga, yang sebagian besar didatangkan dari kegiatan impor, sehingga harga gula di Sumut sangat fluktuatif dan sensitif terhadap produksi dan harga di pasar internasional.  Apalagi dari total produksi gula Indonesia yang mencapai 2,66 juta ton, Sumatra Utara hanya menyumbang 1,56 persen. Sumut masih harus mendatangkan gula lewat perdagangan Gula Antarpulau Terbatas (PGAT), yakni dari Lampung, Jawa Timur, dan daerah lain guna memenuhi kebutuhan lokal.

“Kendala yang kami hadapi dalam meningkatkan produksi gula adalah terbatasnya areal tebu PTPN II yang hanya seluas 11.790 hektare [Kabupaten Deli Serdang dan Langkat],” jelasnya.

Padahal, paparnya, untuk dapat mencapai target produksi yang cukup memenuhi kebutuhan gula semua penduduk di provinsi  ini atau swasembada, setidaknya tersedia areal tebu seluas 42.860  hektare. 

Untuk meningkatkan produksi gula Sumut, katanya, Dinas Perkebunan dan sejumlah lembaga lain sedang menjalankan sejumlah program, seperti peningkatan luas tanam tebu dan program peningkatan produktivitas lain.

“Peningkatan produktivitas tebu ini akan terus kami pacu untuk mendukung program pencapaian swasembada gula nasional pada 2014 dan menuju modernisasi industri gula berbasis tebu sampai dengan tahun 2025,” tambahnya.

Produksi gula Sumut pada saat ini berasal dari dua pabrik gula milik PTPN II, yakni pabrik gula Sei Semayang  di Kabupaten Deli Serdang dan pabrik gula Kuala Madu di  Kabupaten Langkat.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1645021 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas