Kamis, 30 Juli 2015
Tribunnews.com

Stok Gula Sumut Sepekan Lagi Menipis

Senin, 8 April 2013 20:07 WIB

Stok Gula Sumut Sepekan Lagi Menipis
(Tribunnews/Hendra Gunawan)
Ilustrasi: Gula pasir lokal

Laporan Wartawan Tribun Medan, Eris Estrada Sembiring

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Bulog Sumatera Utara memprediksi stok gula pasir kian menipis dan akan habis pada pertengahan April 2013. Dari 11.620 ton gula eks PTPN II yang sudah masuk, sisanya tinggal 2.500 ton. Bila stok benar-benar habis pekan ini, maka untuk sementara Bulog tidak lagi memperdagangkan salah satu bahan pokok itu.

“Tidak ada stok gula lagi karena sebelumnya Bulog kalah tender untuk mendapatkan lagi 10.000 ton gula PTPN II yang terjual dengan harga Rp10.200 per kg. Yang membeli itu perusahaan swasta,” kata Humas Bulog Sumut, Rudi, Senin (8/4/2013) di Medan. Sebelumnya Bulog memang memenangkan tender gula PTPN II sebanyak 11.620 ton pada Januari 2013, dengan harga gula masih Rp10.100 per kg.

“Mudah-mudahan Bulog masih bisa memenangkan tender gula PTPN II di lain waktu sehingga bisnis penjualan gula dilakukan lagi,” katanya. Untuk memenuhi kebutuhan Sumut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut diminta memperkuat stok dan memperlancar pasokan gula setelah stok gula Bulog habis.

Penguatan stok penting dilakukan untuk menekan inflasi masih cukup tinggi hingga bulan Maret.

“Jangan terulang terjadinya lonjakan harga gula seperti yang pernah terjadi tahun 2012,” katanya.

Padahal berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Sumut, peringkat produksi gula provinsi ini berada di posisi ke 6 untuk tahun 2012 dengan luas lahan 10.060 ha. Untuk peringkat pertama ditempati oleh provinsi Jawa Timur dengan jumlah produksi gula yang mencapai 1.051.642 ton dan menyumbang sebanyak 48,08 persen dari produksi gula nasional.

Halaman123
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas