• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Harga Garam Rakyat Stagnan

Selasa, 9 April 2013 19:11 WIB
Harga Garam Rakyat Stagnan
mizan.com
Petani garam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Walaupun musim panen raya garam telah berakhir pada akhir tahun lalu, hingga kini harga garam petani tidak juga kunjung naik. Bahkan, harga garam petani cenderung turun lantaran stok masih melimpah.

Saat ini, harga garam petani kualitas rendah atau KP III dibanderol Rp 300 per kilogram (kg). Sedangkan untuk kualitas KP II harganya Rp 500 per kg. Harga garam yang terbentuk saat ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 400 per kg untuk KP III. Sedangkan harga garam KP II dan KP I rata-rata Rp 600 dan Rp 850 per kg.

Jakfar Sodikin, Presidium Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (A2PGRI) mengakui harga garam rakyat masih rendah. "Penyerapan garam sangat sedikit, padahal petani sudah banyak yang ingin melepas," katanya.

Menurutnya, akibat sedikitnya serapan membuat stok garam di gudang petani mencapai 600.000 ton. Dari jumlah itu stok garam yang ada di gudang petani Madura sebanyak 250.000 ton. Oleh karena itulah Jakfar pesimis harga garam akan terkerek, apalagi musim produksi garam akan segera berlangsung. Produksi garam dimulai pada Mei sedangkan panen raya jatuh pada Agustus-November.

Jakfar menuding, selain masalah penyerapan, rendahnya harga juga disebabkan adanya perembesan garam impor dari industri ke pasar konsumsi. Dia mengatakan, pada Maret lalu, setidaknya ada sekitar 10.000 ton garam impor masuk ke pasar konsumsi di Jawa Barat seperti Bogor dan Bandung.

Untuk mengerek harga garam petani, Kementerian kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penggunaan stok garam tahun lalu untuk industri dan ekspor. Stok garam juga akan terserap jika impor garam dihentikan. "Kita mengharap tidak ada impor garam di 2013," kata Sudirman Saad Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K).

Data KKP menunjukkan produksi garam ditambah sisa stok impor garam 2012 mencapai 3 juta ton sehingga ada surplus garam 1,6 juta ton pada tahun ini. Konsumsi garam non-industri domestik rata-rata 120.000 ton atau 1,4 juta ton per tahun

Peningkatan produksi garam diharapkan berasal dari program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) 2012 sebanyak 2,02 juta ton dan non-Pugar sebanyak 453.606 ton. Stok juga didapat dari produksi PT Garam sepanjang 2012 sebanyak 340.000 ton dan simpanan garam impor PT Garam sebanyak 119.000 ton. (Handoyo/Kontan)

Editor: sanusi
Sumber: Kontan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1649022 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas