Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

AP I Kucurkan Rp 2,1 Triliun Untuk Pengembangan Bandara Syamsudin Noor

Kamis, 11 April 2013 19:10 WIB

AP I Kucurkan Rp 2,1 Triliun Untuk Pengembangan Bandara Syamsudin Noor
Banjarmasin Post/dok
Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Angkasa Pura I siap mengalokasikan dana sebesar Rp 2,1 triliun untuk pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin untuk dua tahun ke depan.

Handy Heryudhityawan, Kepala Humas Angkasa Pura I, mengatakan pengembangan Syamsudin Noor merupakan langkah signifikan perseroan mengingat kondisi bandara tersebut sudah melebihi kapasitas. Dari daya tampung 4 juta, arus penumpang sudah mencapai 5,5 juta penumpang.

"Semuanya on the track," ujar Handy, Kamis (11/4).

Perseroan menganggarkan dana tersebut dari kas internal. Bandara Syamsuddin Noor ditargetkan selesai pada tahun 2014.

Bandara tersebut merupakan bandar udara yang melayani Banjarmasin di Kalimantan Selatan, Indonesia. Letaknya di Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan atau 25 km dari pusat Kota Banjarmasin. Luas area bandara ini, sekitar 257 hektar.

Pada 2011, Bandar udara ini mempunyai terminal domestik dengan luas 9.943 meterpersegi dan dapat menangani 3.013.191 penumpang. Salah satu di depan terminal yang mampu menangani 4 pesawat berukuran sedang dan satu di terminal yang tersisa mampu melayani 4 Boeing 767-300ER.

Sebelumnya, Direktur Utama AP I Tommy Soetomo, perseroan menargetkan tahun ini jumlah penumpang di bandara-bandara kelolaan mereka akan meningkat minimal 20 persen. Faktor utama pendorongnya adalah jumlah armada maskapai yang terus meningkat dan kestabilan pertumbuhan ekonomi.

Tommy bilang, pertumbuhan angka penumpang 20 persen sangat mungkin dicapai mengingat pertumbuhan penumpang di 2012 dibandingkan 2011 mencapai 26 persen. "Jadi target pertumbuhan penumpang 20 persen sudah termasuk target yang konservatif," ujarnya.

Pada 2012, lalu lintas penumpang di 13 bandara kelolaan perseroan mencapai angka 65,56 juta, sedangkan pada 2011 hanya 52 juta orang. "Kontribusi terbesar tetap ada pada bandara Ngurah Rai Bali dan Juanda Surabaya," tegas Tommy.

Faktor pendorong pertumbuhan di tahun ini juga tidak jauh berbeda dari tahun lalu, yakni makin gencarnya maskapai menambah armada dan stabilnya pertumbuhan ekonomi yang mendoorng meningkatnya kalangan ekonomi menengah ke atas. (Ragil/Kontan)

Editor: sanusi
Sumber: Kontan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas