• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Pasar Buah Lokal Merangkak Naik

Kamis, 11 April 2013 16:05 WIB
Pasar Buah Lokal Merangkak Naik
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Buah impor terlihat dijual di Carrefour ITC Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (19/2/2013). Harga buah impor di beberapa pasar dan gudang buah di Jakarta mengalami peningkatan tajam hingga dua kali lipat. Hal ini disebabkan pembatasan kuota impor buah oleh Pemerintah dan biaya bea masuk yang melonjak drastis TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, BANDARLAMPUNG - Produsen buah lokal PT Nusantara Trofical Farm (NTF) menyambut baik kebijakan pembatasan impor buah.

Kebijakan tersebut dengan sendirinya mendorong masyarakat mengonsumsi produk buah lokal yang masih amat terbuka luas untuk dikembangkan di negeri agraris ini.

Demikian terungkap dalam kunjungan media ke lokasi perkebunan PT Nusantara Tropical Farm (NTF) di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Rabu - Kamis (11/4/2013). Perusahaan hortikultura yang bernaung di bawah bendera Gunung Sewu Kencana (GSK) Group itu mengembangkan empat buah unggulan, yakni pisang, jambu, nanas, dan buah naga.

Keempat buah tersebut dipasarkan oleh PT Sewu Segar Nusantara dengan merek dagang "Sunpride". Prodution Associate Director PT NTF, Stefanus Manukiley mengungkapkan, perusahaannya sudah beroperasi sejak awal tahun 1990-an dengan misi mengembangkan buah lokal melalui riset dan kultur jaringan.

Sejauh ini, produk buah lokal yang dihasilkan dari lahan 3.700 hektar sebagian besar terpasarkan di dalam negeri. Meski dominan membidik pasar domestik, seluruh proses berstandar internasional, mulai dari tahapan penanaman hingga pemanenan dan pengemasan. "Dengan adanya pembatasan impor buah dari pemerintah, maka praktis pasar makin terbuka lebar bagi produsen buah lokal termasuk kami," ujar Stefanus.

Manajer Pemasaran dan Komunikasi PT Sewu Segar Nusantara (SSN) Luthfiany Azwawie mengungkapkan, peluang pasar bagi buah lokal masih amat luas seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat mengonsumsi buah. Karena itu pihaknya pun optimistis memasarkan produk buah lokal dari negeri sendiri, terlepas dari adanya pembatasan impor buah dari pemerintah.

"Pasar-pasar swalayan modern di Jakarta dan sekitarnya antusias mengakomodasi buah yang kami salurkan," kata Luthfiany. Produk buah dari PT NTF yang dipasarkan PT SSN selama ini cenderung meningkat. Buah pisang misalnya tahun 2011 tercatat 1,6 juta box (Satu box setara 13 kilo gram).

Tahun 2012, angka itu naik menjadi 2,4 juta box. Tahun 2013, ditargetkan mencapai 3 juta box, agar tahun 2016 dengan mantap mencapai 6 juta box. Penjualan buah jambu pada juga terus meningkat.

Tahun 2011 tercatat 356 ton. Tahun 2012 naik menjadi 885 ton. Tahun 2013 ditarget 1.600 ton. Buah nanas yang mulai tahun 2013 ini dikemas dengan label "nanas honi" ditarget mencapai 700.000 buah. Adapun buah naga sedang dalam tahap pengembangan.(Nasrullah Nara/Kompas.com)

Editor: sanusi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1657442 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas