• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribunnews.com

Harga Sapi Bakalan Terus Naik

Jumat, 19 April 2013 07:34 WIB
Harga Sapi Bakalan Terus Naik
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Warga mengunjungi pasar hewan untuk bertransaksi jual beli ternak sapi di Pasar Pon Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/2/2013). Dalam beberapa bulan ini harga ternak sapi naik berlipat dengan kisaran Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Kenaikan harga ternak ini juga mendorong harga daging sapi menjadi mahal. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Harga sapi bakalan atau sapi untuk penggemukan saat ini terus meningkat. "Selama April, harga tertinggi untuk sapi bakalan mencapai Rp 13,5 juta," ujar jahari, Ketua Kelompok Tani Ternak Pasudan, Kamis (18/4).

Bahkan, jika harga sapi bakalan itu dikonversi menjadi karkas atau daging, harganya jauh di atas harga daging sapi setelah daging impor mulai masuk. Jahari mengaku para peternak mengeluarkan Rp 7 juta demi mendapatkan seekor sapi bakalan dengan berat dua kuintal.

Ini berarti Jahari dan 26 peternak di kelompok tani ini membeli tiap kuintal sapi bakalan dengan nilai Rp 3,5 juta atau Rp 35.000 per kilogram sapi hidup. Bandingkan dengan harga daging sapi saat ini Rp 84.000 per kilogram.

Jika menggunakan perbandingan nilai satu kilogram sapi hidup sama dengan sepertiga nilai daging sapi, idealnya harga sapi bakalan Rp 28.000 kilogram. Itu berarti, Jahari dan peternak lain bisa membeli sapi bakalan seberat dua kuintal dengan harga Rp 5,6 juta.

Harga bakalan tahun ini, ucapnya, dua kali lipat dari harga tahun lalu dengan ukuran yang sama. Dibanding awal Februari lalu, nilai ini meningkat Rp 3,5 juta.

Kemarin, Sekretaris Kelompok Tani Ternak Pasudan, Adi Mukhadi, mengatakan peternak enggan membeli sapi bakalan lantaran harganya terus melambung.

Namun, Jahari dan Adi serta peternak lain akhirnya menambah sekitar 200 sapi bakalan di peternakan itu selama pertengahan Februari hingga April. Jahari mengatakan pembelian itu terpaksa dilakukan karena tidak tanda-tanda menyusutnya harga sapi yang biasa dibeli dari Jawa Timur itu.

Mereka menjual sapi dengan tiga kuintal dengan kisaran harga Rp 9 juta. Untung itu, ucapnya, kecil jika dikurangi harga pakan serta masa pemeliharaan hingga empat bulan.
Bahkan, mereka khawatir justru harga jual ternak yang turun mengikuti tren turunnya harga daging sapi di pasaran.

"Bisa saja harga merosot hingga Idulfitri nanti," kata seorang anggota kelompok ternak itu, Tio (25). Tio memelihara sembilan ekor sapi besar. Ia membeli dengan harga Rp 17 juta per ekor.

Tio menggemukan sapi itu rata-rata selama satu hingga dua tahun untuk mencapai bobot delapan hingga sembilan kuintal dengan estimasi harga jual Rp 25 juta per ekor. Namun, harga jual bisa saja sekitar Rp 18 juta-20 juta per ekor.
"Untungnya selisih beli dan jual, tanpa hitung biaya kerja dan pakan," ujarnya. Sejauh ini, peternak di kelompok itu memelihara sekitar 200 ekor sapi. (tom)

Editor: sanusi
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1687951 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas