• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribunnews.com

Optimalisasi Peran Kelas Menengah Indonesia

Jumat, 19 April 2013 11:31 WIB
Optimalisasi Peran Kelas Menengah Indonesia
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa

TRIBUNNEWS.COM,DENPASAR--Kelas menengah di Indonesia dipercaya akan mampu memberi kontribusi besar bagi pembangunan Indonesia ke depan.

Terutama, dalam pengembangan ekonomi kreatif dalam kancah perekonomian nasional. Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Hatta Rajasa dalam seminar nasional yang digelar Prisma dan Garuda Indonesia bertajuk

"Kelas Menengah, Bisnis, dan Politik" yang digelar di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Jumat (19/4).

Hatta Rajasa dalam rilisnya kepada Tribunnews.com  mengungkap, keberadaan kelas menengah di Indonesia cukup diperhitungkan. Berdasarkan data yang dirilis Bank Dunia, jumlah kelas menengah di Indonesia mencapai sekitar 135 juta.

Selama ini, ujarnya, peran kelas menengah baru dilihat sebagai konsumen karena kemampuan belanjanya yang relatif besar dalam memberikan kontribusi pada konsumsi rumah tangga. Yang merupakan, salah satu komponen Produk Domestik Brutto (PDB).

"Peran kelas menengah hendaknya meluas menjadi produsen yang berarti turut memperluas lapangan kerja yang hingga kini masih menjadi masalah perekonomian bangsa," kata Hatta Rajasa.

Salah satu upaya memperluas peran kelas menengah dalam perekonomian nasional, katanya lagi, melalui pengembangan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif, Hatta meyakinkan, akan dapat memberi ruang peran yang lebih optimal kepada kalangan kelas menengah dalam mendorong perekonomian nasional.

Terlebih, kalangan kelas menengah sesungguhnya merupakan kelompok yang lebih terdidik, lebih rasional, dan lebih mandiri dengan segala karakteristiknya yang khas.

Pengembangan ekonomi kreatif ini setidaknya cocok dikembangkan di wilayah Bali-Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan koridor V MP3EI. Sehingga, ke depan Bali akan menjadi basis wirausaha yang diharapkan juga akan berkontribusi positip bagi pembangunan daerah.

"Peran yang dapat dimainkan kelas adalah sebagai motor penggerak pembangunan, dan mendorong pengurangan kemiskinan, motor perubahan dan penggerak ekonomi nasional. Jangan jadi kelas menengah yang manja, yang hanya mengandalkan subsidi dan proteksi," kata Hatta Rajasa.

Keberhasilan kelas menengah berperan aktif dalam pembangunan ekonomi nasional, lanjut Hatta Rajasa, tentu akan turut mewarnai persaingan Indonesia dalam konteks perekonomian regional ASEAN, maupun internasional.

Tantangan ini harus mampu dihadapi oleh kalangan kelas menengah Indonesia ke depan.

"Kita tidak boleh menjadi bangsa yang kalah, kita harus menjadi pemenang ke depan, baik dalam konteks regional ASEAN, maupun internasional," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Udayana, Bali, I Made Bakte  mengatakan, peran kelas menengah di Indonesia sepatutnya didorong untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang madani. Kontribusi kelas menengah dalam pembangunan memang tak dapat dipungkiri lagi.

Begitu pula, perubahan sistem pemerintahan di Indonesia, dari sistem otoriter ke sistem demokratis, juga tak terlepas dari peran kelas menengah.

Penulis: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1688642 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas