• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Harga Elpiji Batal Naik Bukan Karena Harga Premium Mau Naik

Senin, 22 April 2013 20:48 WIB
Harga Elpiji Batal Naik Bukan Karena Harga Premium Mau Naik
Tribun Lampung/Okta Kusuma Jatha
Seorang pekerja menyusun tabung gas 12 kilogram di Agen Resmi LPG Pertamina PT Djakfar Bersaudara, Bandar Lampung, Kamis (21/02/2013). Ternyata, rencana PT Pertamina untuk menaikkan harga gas elpiji kemasan 12 kilogram sebesar 36,2 persen pada Maret 2013 mendatang belum banyak diketahui para agen elpiji di Bandar Lampung. (Tribun Lampung/Okta Kusuma Jatha)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (persero) rencananya akan menaikan harga gas elpiji non subsidi 12 kilogram per hari ini, Senin 22 April 2013. Namun hal itu tak jadi diputuskan karena Kementerian ESDM menolak hal tersebut.

Menteri ESDM Jero Wacik menjelaskan alasan pihaknya tak memenuhi permintaan Pertamina menaikan harga elpiji, karena banyak pertimbangan yang harus diambil. Jero juga menegaskan kalau rencana menaikan harga BBM bersubsidi jenis Premium bukan sebuah intervensi rencana menaikan harga elpiji 12 kg.

"Bukan mengintervensi tapi nanti saja, karena pertimbanganya kita sedang membahas BBM," ujar Jero Wacik Kantor Kementrian ESDM, Senin (22/4/2013).

Saat ditanya mengenai ini sebagai aksi Pertamina, menurut Jero hal ini harus dilihat dari banyak sisi terutama rakyat. Jero menambahkan kalau masyarakat akan bergejolak kalau elpiji 12 kilogram langsung dinaikan tanpa sosialisasi.

"Iya tapi nanti. Korporasikan menimpa rakyat. Semua kan punya sensitifitas kepada rakyat," papar Jero Wacik.

Menurut Jero, permasalahan ini harus dipikirkan secara jernih karena akan berdampak juga kepada masyarakat. Jero juga mengatakan rakyat akan merasa lebih terbebani karena harga elpiji 12 kilogram adalah hal yang penting.

"Jangan sekalian semua ditimpa ke masyarakat nanti," ungkap Jero.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com harga gas elpiji ukuran 12 kilogram direncanakan naik pada pertengahan Maret mendatang. Harga naik sekitar Rp1.500 per kilogram. Vice President Corporate Communication of Pertamina Ali Mundakir mengatakan, PT Pertamina harus menaikkan harga.

Alasannya, Pertamina harus untuk menutupi kerugian pemerintah yang mencapai Rp5 triliun hingga tahun 2012. Ali memperkirakan, kenaikan tersebut hanya mampu menutup kerugian Rp2 triliun. Ali berharap, kenaikan dapat mendorong pihak swasta

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Budi Prasetyo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1700412 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas