• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

Pemerintah Dorong Diler Sediakan Konverter BBG

Selasa, 23 April 2013 17:49 WIB
Pemerintah Dorong Diler Sediakan Konverter BBG
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan realisasi perubahan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG), pada 2014.

Untuk memuluskan rencana itu, Menhub EE Mangindaan meminta semua diler otomotif menyediakan konverter untuk pengalihan BBM menjadi BBG. Alasannya, pemerintah tidak ingin diler menggunakan konverter asing.

"Saya sudah lihat, dan tidak sulit memeroduksinya, kita bisa bikin. Karena, kita belum mengunakannya secara massal, jadi kita mengambilnya dari luar negeri. Jika kita telah mulai menggunakan BBG, maka diler dan bengkel yang akan menyediakan tersebut," katanya, Selasa (23/4/2013).

Sebagai langkah awal, belum lama ini Menhub mengaku telah melakukan pembicaraan dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat. Isi pembicaraan untuk mendorong diler dan ATPM, agar menyediakan alat konverter. Bahkan, Menhub siap merilis kebijakan atau regulasi untuk mengatur itu semua.

"Akan kami pastikan semua diler akan mau. Karena ini akan kami seriusi, sehingga semua pihak harus mendukung, namun akan kami cari jalan tengahnya, sehingga semua pihak dapat menerima keputusan ini. Nanti akan kami buat peraturan menterinya," tuturnya.

Angkutan Umum Gratis

Mangindaan menuturkan, rencana pengalihan BBM ke BBG bisa diujicobakan untuk angkutan umum.

Rencananya, pemerintah bakal membagikan konverter kepada angkutan umum secara gratis. Uji coba konverter bakal dilakukan pertama kali untuk taksi Blue Bird.

Selain konverter, yang masih menjadi batu ganjalan untuk program konverter adalah infratruktur berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Menhub mengakui, di sejumlah daerah masih belum ada rencana membangun infrastruktur SPBG.

"Pada rapat terakhir kami bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, diputuskan tahun depan Pulau Jawa akan menyediakan infrastruktur untuk BBG berupa SPBG dan konverternya. Kami utamakan angkutan umum, setelah itu baru kendaraan pribadi," tutur Menhub.

Bahkan, lanjutnya, gas yang disalurkan ke SPBG akan didistribusikan melalui pipa.

"Ini akan terus saya kejar dan segera direalisasikan," ujarnya.

Sementara, Blue Bird Group menunggu implementasi pemerintah yang ingin mengubah pemakaian BBM pada taksi menjadi BBG. Noni Purnomo, Vice President Blue Bird Group, mengaku pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari pemerintah terkait rencana konversi tersebut.

"Kami siap dan menunggu (implementasi)," ucap Noni.

Noni menjelaskan, pihaknya saat ini menunggu implementasinya, dalam artian mengenai kesiapan infrastruktur BBG, ketersediaan SPBG, juga kualitas BBG yang akan digunakan.

Jika rencana pemerintah sesuai harapan pengusaha taksi, Noni mengaku siap menjalankannya. Sebab, tujuan akhir dari aturan itu adalah untuk menghemat pemakaian BBM bersubsidi yang kian bengkak. (*)

Penulis: sanusi
Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1704052 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas