• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

'Perang Emas' Bank Syariah di Medan

Selasa, 23 April 2013 00:07 WIB
'Perang Emas' Bank Syariah di Medan
TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HP/NEV
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Perbankan syariah se-Sumatera Utara terlibat 'perang emas' dan saling  berlomba menggaet nasabah Medan untuk berinvestasi logam mulia, di acara Islamic Banking iB Vaganza di atrium Plaza Medan Fair, 22-28 April 2013.

Total ada sekitar 12 buah Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah serta Bank Perkreditan Rakyat (BPRS) Syariah yang hadir dan digawangi oleh Bank Muamalat sebagai ketua pelaksana. Hampir semuanya memiliki program kepemilikan emas, baik jual maupun gadai, yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Turunnya harga emas beberapa bulan terakhir memang mendorong masyarakat Medan melakukan aksi beli emas  sebagai alat investasi. Direktur Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI), Edi Setiadi mengakui, potensi investasi emas di perbankan syariah masih cukup tinggi. Bahkan aset perbankan syariah secara nasional saat ini sudah mencapai angka di atas Rp 200 triliun.

"Ini potensinya sangat tinggi. BI akan lebih mendorong Bank Syariah untuk lebih berkembang lagi dan memperluas jaringannya. Share-nya sudah 4,65 persen dan ini akan terus meningkat bila digarap secara benar," katanya, di pembukaan iB Vaganza Medan Fair, Senin (22/4/2013).

Salah satu bank pelat merah yang ikut dalam "perang emas" untuk menggaet nasabah berinvestasi logam mulia adalah BNI Syariah. Dengan menawarkan margin yang kompetitif dan jangka waktu hingga 5 tahun, BNI Syariah memastikan maksimum pembiayaan yang dicover hingga Rp 150 juta. Pembeliannya diangsur secara pokok setiap bulannya melalui akad murabahah alias jual beli.

"Turunnya harga emas memang membuat antusiasme masyarakat untuk berinvestasi semakin tinggi. Makanya banyak perbankan yang menjagokan ini sebagai program utamanya. Termasuk di BNI," ujar Ira, officer BNI Syariah Medan yang ikut dalam iB Vaganza.

Bank Danamon Syariah juga menawarkan skema serupa plus jasa gadai emas yang diklaim memiliki biaya lebih ringan karena biayanya tetap dihitung secara harian. Jenis pilihan investasi logam mulianya pun bervariasi, mulai batangan, koin hingga bentuk perhiasan. Mereka menggunakan cara unik menggaet pengunjung dengan menawarkan cuci emas gratis selama pameran berlangsung.

Sementara Bank Syariah Mandiri menjagokan program gadai emasnya untuk keperluan nasabah yang membutuhkan dana mudah dan cepat. Tak ketinggalan, bank milik masyarakat Sumut, Bank Sumut Syariah, menawarkan gadai emas dengan fasilitas pinjaman dana tunai tanpa imbal jasa yang diberikan Bank Sumut kepada nasabah dengan jaminan berupa emas. Salah satu caranya memikat calon investor adalah dengan menawarkan biaya sewa tempat penyimpanan emas yang hanya seharga Rp 2.500 per gram setiap bulan.(ers)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1700822 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas