Kamis, 28 Mei 2015
Tribunnews.com

Pengembang Diminta Perbanyak Bangun Rumah Murah di Bekasi

Rabu, 24 April 2013 16:49 WIB

Pengembang Diminta Perbanyak Bangun Rumah Murah di Bekasi
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz meminta para pengembang di Bekasi lebih gencar memeromosikan KPR, dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), kepada masyarakat luas.

Sebab, dengan KPR FLPP, masyarakat bisa memeroleh rumah dengan cicilan murah, dengan suku bunga tetap 7,25 persen selama masa tenor.

"Sebab, pasar rumah murah di Bekasi cukup menjanjikan, dan KPR FLPP bisa membantu masyarakat yang ingin membeli rumah dengan suku bunga rendah sekitar 7,25 persen, dan angsuran murah selama masa tenor," ujar Djan kepada sejumlah wartawan, saat mengunjungi rumah murah di Perumahan Darmawangsa Residence, Bekasi, Rabu (24/4/2013).

Di Bekasi, setidaknya ada sekitar 200 pengembang. Para pengembang saat ini membangun rumah murah dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah di wilayah Bekasi, yakni Rp 95 juta.

Menurut Menpera, jika pengembang bisa membantu menyosialisasikan KPR FLPP, penjualan rumah bisa ikut meningkat.

"Dari data yang ada, sekitar 200 pengembang di Bekasi membangun rumah murah yang bisa diperoleh dengan KPR FLPP. Jika setiap pengembang membangun 5.000 rumah murah, masyarakat akan lebih terbantu untuk memiliki rumah impian mereka," harapnya.

Ke depan, imbuhnya, Kemenpera tidak hanya akan membantu pengembang  dalam PSU perumahan seperti jalan, saluran air, dan listrik, tapi juga pemasaran KPR FLPP. Sosialisasi KPR FLPP juga akan dilakukan melalui pameran Pekan Rumah Sejahtera di sejumlah daerah.

Halaman12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas