Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Pengembang Diminta Perbanyak Bangun Rumah Murah di Bekasi

Rabu, 24 April 2013 16:49 WIB

Pengembang Diminta Perbanyak Bangun Rumah Murah di Bekasi
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz meminta para pengembang di Bekasi lebih gencar memeromosikan KPR, dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), kepada masyarakat luas.

Sebab, dengan KPR FLPP, masyarakat bisa memeroleh rumah dengan cicilan murah, dengan suku bunga tetap 7,25 persen selama masa tenor.

"Sebab, pasar rumah murah di Bekasi cukup menjanjikan, dan KPR FLPP bisa membantu masyarakat yang ingin membeli rumah dengan suku bunga rendah sekitar 7,25 persen, dan angsuran murah selama masa tenor," ujar Djan kepada sejumlah wartawan, saat mengunjungi rumah murah di Perumahan Darmawangsa Residence, Bekasi, Rabu (24/4/2013).

Di Bekasi, setidaknya ada sekitar 200 pengembang. Para pengembang saat ini membangun rumah murah dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah di wilayah Bekasi, yakni Rp 95 juta.

Menurut Menpera, jika pengembang bisa membantu menyosialisasikan KPR FLPP, penjualan rumah bisa ikut meningkat.

"Dari data yang ada, sekitar 200 pengembang di Bekasi membangun rumah murah yang bisa diperoleh dengan KPR FLPP. Jika setiap pengembang membangun 5.000 rumah murah, masyarakat akan lebih terbantu untuk memiliki rumah impian mereka," harapnya.

Ke depan, imbuhnya, Kemenpera tidak hanya akan membantu pengembang  dalam PSU perumahan seperti jalan, saluran air, dan listrik, tapi juga pemasaran KPR FLPP. Sosialisasi KPR FLPP juga akan dilakukan melalui pameran Pekan Rumah Sejahtera di sejumlah daerah.

Saat ini, Kemenpera juga sedang mencari lokasi yang sesuai untuk peresmian pembangunan 100 ribu rumah sederhana oleh presiden, salah satunya adalah perumahan Darmawangsa Residence.

Sementara, Direktur PT Alamindo Trulynusa Tanto Wibowo menuturkan, saat ini pihaknya terus berupaya mengembangkan Perumahan Dawmawangsa Residence, dengan membangun rumah dengan harga terjangkau untuk masyarakat di Bekasi. Adanya pangsa pasar properti, khususnya rumah murah di Bekasi, dapat meningkatkan kesejahteraan dan tingkat ekonomi masyarakat.

Ia menuturkan, rumah yang dibangun pihaknya tidak sekadar murah dan terjangkau, tapi juga mengutamakan kualitas bangunan dan fasilitas serta lingkungan yang asri. Rumah yang harganya terjangkau, dikarenakan adanya bantuan PSU serta pembiayaan perumahan dari Kemenpera.

“Kami berencana membangun sekitar 6.000 rumah di atas lahan seluas 70 hektare. Saat ini sudah terbangun sekitar 1.600 rumah, dan masyarakat bisa mendapatkan rumah tersebut dengan KPR FLPP,” jelasnya. (*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas