Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Bank Khusus Perlu Diterapkan dalam Peraturan Bank Indonesia

Kamis, 25 April 2013 11:56 WIB

Bank Khusus Perlu Diterapkan dalam Peraturan Bank Indonesia
Bank Indonesia logo

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Arif Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada usulan mengenai perubahan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/26/PBI/2012 tanggal 27 Desember 2012 untuk mengakomodasi keberadaan Bank Khusus. Aturan itu terkait dengan multiple license yang membahas tingkat BUKU bank berdasarkan ekspansi yang dimilikinya.

Mulya Siregar, Direktur Ekeskutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, mengatakan kelonggaran mengenai batasan porsi kredit produktif sebesar 65 persen hanya diberikan kepada bank pemerintah yang menyalurkan kredit rumah saja. Sedangkan bank lainnya yang bergerak di sektor khusus masih belum mendapat keistimewaan tersebut.

"Selama ini masih kita bahas karena baru BTN saja yang mendapatkan kelonggaran, Bank yang lainnya belum, kalau diusulkan maka akan bagus sekali dalam mengakomodasi akses pembiayaan perbankan kepada masyarakat," katanya dalam seminar mengenai perbankan yang diselenggarakan Infobank di Jakarta, Kamis (25/04/2013).

Ia mengharapkan Bank Khusus dapat diaplikasikan dengan memberikan ruang dalam aturan RUU perbankan yang akan dibahas di DPR. Pesannya jelas agar bank khusus memiliki dasar hukum yang kuat dalam bentuk UU khusus yang menjamin pelaksanaan pembiayaan kepada sektor tertentu.

Nantinya, bank khusus akan memiliki opsi mencari sumber dana seluas-luasnya dengan menerbitkan obligasi dan disertakan modal oleh pemerintah. Pemerintah juga dapat memberikan jaminan atas obligasi yang akan diterbitkan beserta penyelesaian atas ketersediaan lahan dan masalah lainnya.

"Sebenarnya ada dua opsi pertama mengkonversi Bank BUMN menjadi bank khusus atau membuat UU, opsi membuat bank khusus memang lebih cepat namun pembentukan bank khusus akan memangkas pembagian deviden kepada pemegang saham, pemerintah, karena bank BUMN membutuhkan modal untuk pendanaan, ini yang juga menjadi pertimbangan," katanya.

Penulis: arif wicaksono
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jakarta

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas