Rabu, 4 Maret 2015
Tribunnews.com

Harga Karet Sulit Naik

Senin, 29 April 2013 22:34 WIB

Harga Karet Sulit Naik
Getah karet

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Nasib komoditi karet Sumatera Utara makin berfluktuasi pasca batalnya agenda pembahasan harga pada sidang The International Tripartite Rubber Council di Phuket, Thailand, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, kesepakatan tiga negara produsen karet terbesar dunia yakni Thailand, Indonesia, dan Malaysia sebelumnya untuk memangkas pasok ekspor karet di pasar dunia yang berakhir Maret 2013.

Alih-alih mendapatkan kebijakan baru, pertemuan malah tidak berujung hasil positif dan membiarkan masing-masing negara membuat kebijakan sendiri untuk mendongkrak harga karetnya.

Seorang pengusaha karet dari Sumut, Wijaya, mengeluhkan tidak adanya keseragaman yang membuat eksportir untuk mengambil sikap dalam ekspor karet.

Sebagian eksportir, katanya, masih berupaya menahan ekspor karet sembari menunggu harga di pasar dunia cukup stabil. Namun, sebagian lagi justru terpaksa mengekspor untuk menambah suntikan modal perkebunan karetnya.

Ia mengatakan, sudah seharusnya Indonesia mengusulkan untuk tak melanjutkan program yang disebut agreed export tonnage scheme (AETS) itu dengan pertimbangan aliran dana (cash flow) pelaku usaha, khususnya eksportir, terganggu akibat menunda ekspor sejak Oktober 2012.

Ia mengeluhkan pertemuan tripartit yang hanya membahas pasar karet regional (regional rubber market), peran ITRC 10 tahun mendatang (future roles of ITRC for ten years), dan Komite Pemantauan dan Pengawasan (Surveillance and Monitoring Committee/SMC).

Halaman12
Editor: sanusi
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas